´╗┐ Lamar gadis pakai uang Rp 12 juta, nasib pria ini dimanfaatkan.

Lamar gadis pakai uang Rp 12 juta, nasib pria ini dimanfaatkan.

Rai Generasiku
Karya Rai Generasiku Kategori Budaya
dipublikasikan 12 Juli 2018
Lamar gadis pakai uang Rp 12 juta, nasib pria ini dimanfaatkan.

LAENMANEN- Berkenalan dengan orang baru memang menyenangkan. Namun sebaiknya jangan mudah percaya begitu saja. Apalagi kalau ujung-ujungnya merugikan diri sendiri. Sama halnya yang dirasakan oleh pria asal Malaka, eks guru di Kota Malang. Awalnya ia merasa senang telah berkenalan dengan seorang gadis cantik dan langsung merasa jatuh cinta, namun sayang kenyataannya dia malah mengalami nasib yang apes alis dimanfaatkan. Mr.B merupakan seorang guru/karyawan dikota Malang, Suatu hari, pada tanggal 6 Juni 2018, ia berlibur ke Atambua serta bertemu dengan gadis bernama Arsilorensia A, akibat sudah berjanjian sebab sudah sering saling kontak walau hanya lewat telepon seluler milik mereka. Arsilorensia pun lansung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Mr.B. Tak mau menunggu lama, ia pun kemudian mengajak Pria itu bertemu sang ayah ibunya, saat itu juga orangtuanya meminta untuk segera bertunangan, sebab kata orang kampun jika sudah berduaan diatas motor segerah uruskan adat tahap menuju pernikahan, katanya itu budaya sukunya. Sejak saat itu, mereka mulai bersamaan dan setelah kemudian Arsilorensia mengenalkan pria itu pada orang tuanya, serta para pemangku adat sukunya seta lainya, Tampaknya orangtua Arsilorensia pun tak mau berlama-lama menjalin hubungan dengan Mr.B yang ke sehariannya bertugas sebagai seorang guru di kota malang yang diharapkan segerah tunangan,alias nikah adat. Saat itu Bahkan keluarganya saja membuat permintaan mengejutkan pada Pria itu. Untuk membuktikan bahwa pria itu serius dengan hubungan tersebut harus segera nikah adat, dia diminta untuk melamar Arsilorensia jika ingin terus berkencan dengannya harus segerah nikah adat. Atas permintaan itu, datanglah keluarga pria itu untuk melamar arsilorensia, pertemuan saat itu menawarkan uang sekitar Rp 25 juta untuk nikah adat, tapi akhirnya ditawar menawar ibunya menyetujui 12 juta untuk nikah adat, ibunya bersama pemanku adat pun menuntut menginginkan mahar kawain nya sekitar Rp 45 juta. Jadi keluarga pria pun meneriman menerima namun akhirnya hanya mengantar uang sekitar Rp 12 juta untuk nikah adat dan akhirnya bertunangan pada 10 Juli 2016"lalu. Namun siapa sangka, tepat enam bulan lamanya setelah tunangan, sikap orang tua Arsilorensia benar-benar berubah,meminta untuk melunasi segala perjanjian soal mahar kawin tunai 45 juta, yang dimana ibundanya arsilorensian menuntut janjin itu jika talnggal 4 juni keluarga pria tak kunjung antar 45 juta maka dinyatakan putus hubungan, alias cerai adat nikah siri. dalam waktu dua bulan, hingga Lama kelamaan keluraga Arsilorensia mulai tak terima akibat tidak terpenuhi permintaan mereka yang harus digerahkan, hingga ibu kandung arsilorensian meminta untuk cerai tunangan/adat(cerai nikah siri) Segalanya diperjuangkan akan tetapi, di tolak saja, akibat demikian sang pria pun kembali ke orang tuanya, walau agak kesal dengan sikap keluarga Arsilorensia, tanpa dipikir bahwa mereka sudah perna hidup bersama, alias mereka telah berdua. Kesalnya hingga perceraian terjadi keluarga wanita itu merampas semua jenis barang yang perna diberikan pada pria itu,kain pria yang diberikan oleh keluarga Arsilorensia bahkan dirampas dan rupanya ayahnya mulai mengenakan kain beti itu, akan tetapi 12 juta uang tunai serta perhiasan mas tunangan, kawin adat yang di serahkan ke pihak wanita itu, hingga kini didiamkan. Kata ibu Jagan bertemu tunangau dulu, nanti dia hamil yah gimana, malam itu juga wanita itu langsung stroke dan dirawat di Rumah Sakit, kesalnya saat Arsilorensia dirawat di rumah sakit, ayah ibunya menelpon pria itu berkali kali, hingga pria tersebut merasa Arsilorensia adalah belahan jiwanya iya pun turuti permintaan keluarganya untuk melunasi permintaan biaya rumah sakit saat itu. Kisah nyata Oleh: EFER

  • view 36