Kementerian PDT dan Transmigrasi Ekspose Laporan Pembagunan (SP-Pugar) Di Malaka

Kementerian PDT dan Transmigrasi Ekspose Laporan Pembagunan (SP-Pugar) Di Malaka

Rai Generasiku
Karya Rai Generasiku Kategori Ekonomi
dipublikasikan 14 Juni 2018
Kementerian PDT dan Transmigrasi Ekspose Laporan Pembagunan (SP-Pugar) Di Malaka

KABUPATEN MALAKA- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Ekspose Laporan Hasil Lapangan, Redesain Penyusunan Rencana Teknis Satuan Pemukiman (RTSP) & Rencana Teknis Jalan (RTJ) Lokasi SP -Pugar Desa Kapitan Meo, Kecamatan Laen Manen, Kabupaten Malaka. Di Aula Kantor Bupati Malaka. (21/5/2018)

Pembangunan wilayah perbatasan, akan diterapkan konsep Satuan Pemukiman Pemugaran SP-Pugar).Bahwa kecamatan perbatasan di NTT akan dilakukan pembangunan yang sudah ada (the existing villages) dan Transmigrasi pada konsep SP Pugar yang akan dilakukan di wilayah sepanjang perbatasan NTT dengan di libatkan penduduk setempat (pecahan KK),dan jika diperlukan dengan mendatangkan penduduk desa lain.

Bupati Malaka, melalui Setda Malaka dalam membuka Ekspose Laporan Hasil Lapangan, mengatakan Penyusunan Rencana Satuan kawasan pengembangan, merupakan Pembangunan pemukiman baru ini merupakan, program transmigrasi dalam pembangunan seluruh daerah Indonesia, di programkan oleh Kemendes PDT Transmigrasi RI. Banyak daerah yang semula tidak terjangkau pembangunan, kini kabupaten Malaka mendapatkan perhatian khusus sebagai daerah perbatasan dalam pembanguna pemukiman baru.

Kita bangga, sebab Kabupaten Malaka mendapatkan perhatian sebagai daerah perbatasan, dan ini sangat luar biasa. Tentu kita dukungan Dalam perencanaan yang sudah mulai pada tahun 2018 dan tahun 2019, mulai pembangunan 323 unit perumahan serta perkebunan lainnya, di lokasi SP Pugar di Desa Kapitan Meo, Desa perbatasan dengan kabupaten Timor Tengah Utara (Kefamenanu) Kemendes PDT Transmigrasi RI melalui Kasubdit RSKP Agus Suminardi dalam sambutannya mengatakan, Program Satuan Pemukiman (SP) Pugar yakni konsep pembanguan kawasan transmigrasi yang akan dibangun berupa permukiman penduduk setempat yang dipugar menjadi satu kesatuan dengan permukiman baru dengan daya tampung 323 penduduk.

Dengan cara menambah penduduk desa agar sesuai dengan kriteria ideal jumlah penduduk desa dalam wilayah bersangkutan. Kemudian, akan memugar tempat tinggal dan mengelompokkan rumah penduduk ke dalam pemukiman yang lebih ideal. Dengan berkembangnya pusat-pusat pertumbuhan baru tersebut, aktivitas sosial ekonomi menjadi semakin hidup. Sebab tersedianya peluang usaha, sehingga dapat mengentaskan kemiskinan.

Ini merupakan program berkelanjutan, senbab desa Kapitan Meo sebagai lokasi percontohan satuan pemukiman baru, yang merupakan langkah awal membuat malaka menjadi baik. Sebab kini ada 19 kementrian yang akan berusaha membangun terus transmigrasi untuk meningkatkan daerah tertinggal. Sehingga kita optimis menyusun program kerjanya, karena kita sudah mulia bekerja sejak 20 maret 2018 lalu hingga sehingga hari ini Ekspose Laporan Lapangan.

Melalui Ketua DPRD Malaka, Wakil Ketua DPRD Malaka Delvi H Ndolu, Dalam sambutannya menyampaikan sangat mendukung program pembangunan kawasan pemukiman baru di daerah ini, bagi pemerintah Kabupaten Malaka, kami mendorong terwujudnya pusat-pusat pertumbuhan pemukiman baru yang telah direncanakan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi RI. Program ini sangat membantu masyarakat malaka yang belum memiliki lahan dan rumah bisa menciptakan perubahan sosial, sebab disini sangat berkesulitan membangun daerah terpencil serta menghubungkan dusun dan dusun menuju pedesaan bahkan kekota.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi saat di temui media disela kegiataan, pihaknya sangat mendukung Kemendes PDT Transmigrasi RI dalam Hal mengadakan ekspose laporan lapangan ,bertujuan untuk membedah potensi yang ada dan pembangunan kawasan pemukiman baru di Kabupaten malaka, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Memadukan upaya revitalisasi pembangunan desa dengan penignkatan SDM menciptakan pemukiman baru perdesaan, menumbuhkan kewirausahaan masyarakat desa, membangun produk unggulan desa dan membangun kelembagaan ekonomi yang mengakar di masyaraakat.(ber/bele)

  • view 45