Jika diperbolehkan aku ingin mengeluh

Jika diperbolehkan aku ingin mengeluh

Nurul Fauziah
Karya Nurul Fauziah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 07 Juni 2018
Jika diperbolehkan aku ingin mengeluh

Hari-hariku bersamamu selalu menyenangkan. Menceritakan banyak hal padamu, mendengarkan ceritamu, mendengar setiap candaanmu yang mampu membuatku tertawa lepas, berboncengan keliling kota hanya untuk menghabiskan waktu bersama, makan bakso di pinggir jalan dan masih banyak hal lain yang selalu saja mampu membuatku bahagia. Tapi sayang hal menyenangkan itu tak pernah ku rasakan setiap saat. 

Sejak pertama kali hubungan kita dimulai empat tahun lalu, masalah kita masih sama hingga saat ini, yaitu kesibukanmu. Kamu memiliki banyak kesibukan yang membuatmu melupakanku. Bahkan tak jarang kamu hilang berhari-hari tanpa kabar karena itu. Aku tau ini resiko yang harus aku terima, tapi hatiku terlalu rapuh untuk memakluminya. Aku belum cukup kuat untuk menahan rindu dan perasaan curiga karena tidak adanya kabar darimu. Terlebih setahun belakangan ini kita harus menjalani hubungan jarak jauh. Hal ini sungguh membuatku semakin menggila.

Dulu saat kita masih berdekatan saja begitu sulit untuk mendapatkan waktumu apalagi saat ini. Jarak yang semakin jauh dan waktumu yang semakin habis oleh kegiatanmu membuat aku benar-benar merasa sendiri. KIta bertemu dua bulan sekali dengan frekuensi waktu yang relatif singkat. Ditambah jarang adanya kabar darimu. Sungguh ini sangat sulit untukku. Menjaga kepercayaan dan perasaanku untukmu disaat kita jarang bertemu bahkan bertukar kabar.

Aku tau aku harus bisa mengerti kesibukanmu, tapi izinkan aku mengeluh sedikit saja mengenai waktumu yang sedikit untukku. Aku hanya wanita biasa yang merasa lelah jika harus bertahan dengan hubungan seperti ini. Aku tidak cukup kuat untuk menahan rindu dan mengendalikan rasa curiga saat kamu hilang berharu-hari tanpa kabar. Aku belum cukup dewasa untuk menerima dengan sepenuh hati semua kesibukanmu. Jadi tolong sedikit saja mengerti aku, berubah sedikit saja. Setidaknya jika kamu sibuk, sekali saja dalam sehari kamu memberi kabar tentang kesibukannya pada hari itu. Agar aku tak menunggu kabarmu dengan cemas dan dipenuhi rasa curiga.

  • view 54