Kita Butuh Kecewa

Nur Rofingah
Karya Nur Rofingah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 April 2016
Kita Butuh Kecewa

Tak semua orang yang kita temui akan menyenangkan, bahkan yang dibilang orang terdekat kita (iya kan?). Kadang, kita dibenci, diacuhkan, pesan kita tak dibalas, omongan kita tak didengar, bahkan setelah kebaikan kita pada mereka ( bukan tentang pamrih. Tapi itu menyakitkan ya?). Rasanya, saat kita sudah berbuat baik pada orang lain dan mereka memperlakukan kita dengan perlakuan yang tak baik, kebaikan kita serasa membuang uang 100.000, apa? Sayang. Sayang sekali kalau kita harus berbuat manis pada mereka yang kasar. Sayang sekali jika kita harus menjadi malaikat untuk setan-setan yang bahkan setiap detik mempunyai peluang untuk menceburkan kita ke jurang. Ah, rasanya bahkan membentuk senyum utk mereka saja susah ya?. Tapi kawan, itulah hidup.

Kita tak bisa untuk tidak bertaut dengan takdir orang lain. Kita tak bisa untuk tidak bertemu dengan jalan orang lain dan kawan, kita tak bisa selamanya bahagia. Kita harus mengerti bahwa kehidupan yang kita jalani kadang mengajarkan kekecewaan.

Ya begitu kecewa. Tak bertemu dengan yang semestinya, kecewa. Tak mendapatkan kasih sayang dari yang semestinya, kecewa. Tak mendapat apa yang kita mau juga kecewa.

Kawan. Kita memang butuh kecewa. Karena apa? Karena kita akan tahu sejauh mana kepercayaan kita kepada Tuhan saat kita kecewa. Pada saat kita kecewa, kita akan sadar bahwa pengharapan kita masihlah pada makhluk. Bukan pada Tuhan. Maka kita harus mengubah.

saat kecewa, kita juga akan sadar bahwa pada akhirnya kita akan mengetahui siapa siapa yang memperlakukan kita tak semestinya. Menyerah? Jangan! Jadikan itu cheerleader kita. Kita akan memahami bahwa kita memang akan tumbuh dan berkembang dengan menemui orang-orang yang membuat kita kecewa.

Pada akhirnya, kita memang butuh berterima kasih pada kecewa kan?

  • view 143