Hari Terakhir

Nurma Kasa
Karya Nurma Kasa Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 25 September 2017
Hari Terakhir

Aku tertegun mendapatinya yang muram. Komputernya menyala dengan terang. Matanya-pun mengarah ke sana. Tapi sorotnya menerawang jauh entah ke belahan bumi bagian mana. Aku pikir sedikit candaan akan membantunya tersenyum. Tapi ketik langkahku mendekat, air matanya menitik tanpa aba-aba. Jelas ini bukan kesedihan biasa.

Aku menarik kursi geser menyandingi dirinya. Pelan sekali, tapi ia tampak tak siap melihat keberadaanku. Segera ia usap pipinya yang basah. Lalu tangannya menggerakkan tetikus dan mengarahkannya sembarangan. Kupegang pundak sebelah kanannya, merangkul.

"Kenapa?" kupelankan suaraku supaya hanya aku dan dia saja yang mendengar.

"Kenapa apanya?" jawabnya dengan nada meninggi.

Ada yang berusaha disembunyikan dalam jawabannya. Aku tahu dia. Sejak awal berkawan di SMA hingga saat ini bekerja. Kami bagai dua orang yang tak terpisahakan. Beberapa orang yang baru mengenal bahkan mengira kami saudara. Entahlah, mungkin kebersamaan membuat kami serupa. Aku tak masalah. Aku menikmati pertemanan ini.


"Ini hari terakhir aku kerja lo. Serius nggak mau cerita?" kugoda ia dengan mengedipkan mata.

Dia menengok. Pipinya seperti dikucur air bah. Dia mencondongkan badannya ke arahku. Akupun menyambutnya dengan pelukan.

"Ternyata rasanya sesedih ini ditinggalkan teman," suaranya sedikit terbata.

Jantungku seperti diketuk dan diayun-ayunkan wahana permainan. Kueratkan pelukanku padanya. Kuusap punggungnya berusaha menenangkan. Tak kusangka begitu sedih ia kutinggalkan. Dalam hati aku bertekad, setelah menikah dan tak bekerja, aku akan sering mengunjunginya. Temanku seperjuangan.

Aku menikah. Tapi aku tetap berteman.

  • view 63