Dua Bayangan

Nurma Kasa
Karya Nurma Kasa Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 24 September 2017
Dua Bayangan

Dua bayangan itu selalu aku tangkap setiap hari. Saling berhadapan, berbicara dan menutup rahasia. Dua bayangan itu menemui jalan buntu. Tapi esoknya terlihat biasa-biasa saja. Dua bayangan itu duduk menatapku dengan senyumnya. Dua bayangan itu adalah kedua orang tuaku.

Surat pemanggilan orang tua masih tersimpan rapi di tasku. Aku bukan tak berani memberikannya. Tapi aku tak tega membiarkan mereka membacanya. Lalu tidak tidur semalaman, hanya karna uang sekolahku belum terbayar. Sedangkan esok sudah waktunya ujian.

"Bagi yang belum bayar uang sekolah, besok tidak perlu ikut ujian."

Kalimat itu sudah seringkali kudengar. Tentu saja aku adalah salah seorang yang dimaksud.

Di dalam kamar aku menangis. Kupandangi buku-buku yang terhampar di atas dipan. Matematika, bahasa, fisika, kimia semuanya aku harus bisa. Kata orang tuaku, aku harus pandai. Tapi setelah selesai membacanya, aku seperti kehilangan harapan. Bagimana menyelesaikan ini, jika tahap ujianpun tak terlewati. Akupun menangis lagi sampai ketiduran.

Esoknya mentari pagi mencolek pipiku dengan kehangatan. Buku-bukuku sudah rapi tersusun di samping tas ransel. Di atasnya ada selembar uang lima puluh ribuan. Berdampingan dengan kartu tagihan uang sekolah. Tangisku tak terbendung lagi. Tidak seluruhnya dapat kubayar uang sekolah hari ini. Tapi aku tetap berangkat.

Karna dua bayangan itu sepanjang malam sudah berdebat. Meletakkan lembaran lima puluh ribu itu dengan berat.

  • view 67