Bila Nanti

Nurma Kasa
Karya Nurma Kasa Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 22 September 2017
Bila Nanti

Dag dig dug. Berbunga-bunga.

Setidaknya begitulah yang terasa saat lagu favoritku berputar. Aku suka nadanya yang tulus. Liriknya yang sederhana. Dengan potongan kalimat sebuah ajakan untuk hidup bersama. Aku tak lepas mendengarkan. Saat di kampus. Saat di rumah. Atau saat di jalan. 

Kadang aku tersenyum sendiri mendengarnya. Terlintas bayangan bahwa akan ada seseorang yang nyata dan benar-benar memohon padaku untuk menjadi istrinya. Betapa manis dan menyenangkan.

***

Hari itu seperti biasa aku siap dengan earphone dan ponsel. Sebelum mengerjakan tugas-tugas kampus yang melelahkan, kuputuskan untuk memutar lagu itu kembali.

Kupejamkan mata. Lagi-lagi membayangkan hal indah di masa depan. Seseorang yang berani datang dengan segala tanggung jawabnya. Dan aku kelak menjadi . . .

Suara sang penyanyi tiba-tiba lenyap. Ketika kubuka mata, kakakku sudah berkacak pinggang di sampingku. Alisnya naik turun menantang berkelahi.

"Mas, ngapain sih ngganggu? Ngapain juga masuk kamarku nggak permisi? Main stop aja lagunya? Nggak ada kerjaan apa?" berondongku tak kalah menantang.

"Kebanyakan ngayal kamu lama-lama," kakakku berjalan mendekati pintu hendak keluar. Tanpa sedikitpun merasa bersalah.

"Jangan nuduh tanpa bukti," aku berdiri, berteriak kepadanya dengan cukup keras.

Kakakku berbalik. Dengan wajahnya yang  kuakui tampan, tanpa nada tinggi, dijawabnya dengan perlahan dan tenang.

"Buktinya kamu senyum-senyum sendiri. Buktinya aku ketuk pintu kamarmu, kamu nggak ngejawab. Buktinya bentar lagi adzan Maghrib kamu nggak siap-siap. Dan catet. Yang kamu perlu itu bukan dikasih lagu. Tapi dikasih kepastian."

Aku terkesiap mendengar kalimatnya. Aku yang masih berdiri  tak tahu harus melakukan apa. Ia seolah mengetuk batu besar di hatiku menjadi pecah dan berhamburan.

Sesat kemudian ponselku berdenting. Pesan dari kekasihku.

Lagi apa sayang?

Entah bagaimana aku seperti  dirasuki sesuatu dan dengan cepatnya  pesan itu kubalas.

Lagi mikirin kapan kamu ngasih kepastian.

Status online di wa-nya tiba-tiba menghilang.

  • view 61