Buah(aya)

Nurma Kasa
Karya Nurma Kasa Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 21 September 2017
Buah(aya)

"Menurut kamu aku apa?"

Dia tampak memandang langit-langit kelas yang tidak berbintang. Tapi berlukiskan titik air hujan kemarin lusa. Tidak deras namun menembus sampai membekas.

"Kamu itu ibarat buah seperti manggis. Warna merahnya menyenangkan. Sungguh menarik setiap mata yang memandang. Apalagi setelah dibuka warnanya putih bersih.  Rasanya manis yang tidak berlebihan. Seperti tuturmu, hatimu, yang begitu lembut dan sedang. Kenapa tiba-tiba tanya gitu?" ia memiringkan kepalanya di hadapanku dengan mata berkedip penuh pesona.

Aku menggeleng. Karna aku sedang  mempersiapkan pembukaan untuk sebuah akhir.

"Tidak ada apa-apa ya?"

Aku mengangguk.

"Hanya sedikit urusan tapi aku malah berpikir lagi untuk mengatakannya atau tidak," akuku pada ia.

Bagaimanapun aku bersalah. Jadi seharusnya aku yang pergi dan minta maaf.

"Kamu bilang aja. Ada aku yang siap mendengar. Kenapa?"
Kupandangi ia dengan hati-hati. Apakah benar semua yang dikatakannya. Sungguh mencurigakan sekali.

"Kamu juga seperti buah."

"Apa itu?"

"Buahaya apabila kita terus bersama. Jadi lebih baik berakhir di sini. Kita belajar taqwa yang sebenarnya," ia bangkit dari duduk. Raut wajahnya menahan tawa tapi dalam hati berharap penjelasan. Tapi aku tetap pergi.

"Aku akan menikahimu," berteriak ia membuat seisi kelas memperhatikanku dan dia.

Aku menggeleng lagi. Aku masih suka padanya. Tapi aku lebih suka pada Pemilik Rasa Suka.

"Aku serius," ia melanjutkan kata-katanya.

"Kalau kamu menginginkan buah manggis, bilang saja pada pemilik kebunnya. Ayahku selepas Maghrib pasti di rumah."

Ia menatapku dengan mata yang membulat sempurna. Tapi ketika aku berbalik, mulutnya seperti terkunci tak ada suara. Aku tahu sudah dia tidak benar-benar serius.

  • view 26