Seorang Asing (2)

Nurma Kasa
Karya Nurma Kasa Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 19 September 2017
Seorang Asing (2)

Duduklah aku di samping bapak. Sedikit lewat celah mata kutangkap wajahnya. Seorang asing itu tersenyum ramah.

Bapak menepuk punggung tanganku yang gelisah. Mulai saling meremas tak tahu berbuat apa.

"Jadi Mas Rama ini punya niat untuk berkenalan. Siapa tahu cocok, boleh diteruskan. Kalau nggak juga nggak apa-apa? Begitu ya Mas Rama?" Bapak melempar pandangan pada seorang asing itu.

Ia lalu mengangguk mantap.

Aku tidak tahu bagaimana cara doa bekerja. Aku tidak tahu kalau begini rasanya berdekatan. Bayanganku lalu menjauh mendahului angan. Bagaimana cara aku bicara dengan seorang yang benar-benar asing di mata. Bahkan mungkin kelak akan hidup bersama, berbagi dan bercerita. Tapi aku tidak tahu seandainya tidak mencoba.

"Gimana, Nduk?"

Bismillah.
Aku mengangguk setuju. Seketika kulihat warna muka seorang asing itu sedikit mengendur. Barangkali lega.

Setelah itu beberapa detik tanpa suara. Bapakpun menangkap kecangguan kami yang tak terkira. Beruntungnya ibu membawa sepiring pisang goreng coklat kesukaanku. Bapak mempersilakan seorang asing itu mengambil dan makan. Mataku memindai gorengannya. Ada yang sedikit gosong paling aku suka. Tapi aku terbelalak ketika seorang asing itu mengambil pisang yang kubidik sebelumnya.

"Loh, Mas Rama kok ambil yang gosong? Ibu juga kok disajikan?" Bapak melirik ibu yang hendak kembali ke dapur.

"Saya suka yang agak gosong, Pak," akunya malu-malu.

"Kok podo."

Bapak melirikku dan aku hanya menunduk malu. Sementara seorang asing itu menganga bingung apa maksudnya.

Satu kesamaan. Suka gorengan yang agak hitam.

  • view 39