Terhapus

Nurma Kasa
Karya Nurma Kasa Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 11 September 2017
Terhapus

Aku salah makan hari ini. Atau tertelan air kran saat mandi. Atau terpapar udara sore tadi. Iya, mungkin begitu.

"Aaaaaaaa.....," kuacak-acak rambutku yang baik-baik saja.

Sesaat kemudian kumelihat bayangan di kaca. Berantakan. Penampakanku jadi tak karuan. Kusisir lagi ia pelan. Tampak rapi walau keadaan semula tak kembali. Aku tersenyum pada bayanganku sendiri. Manis. Tapi ia tak suka.

"Aaaaaaaa....," kuhentakkan kedua kakiku bergelombang di atas kasur.

Bunyinya gedebag-gedebug seperti orang menjemur kasur kapuk. Dan sepertinya suara itu tak merdu.

"Berisik woi!"

Dinding triplex yang membatasi kamar kos-ku bergetar hebat. Sepertinya tetangga sebelah sudah tidak bisa mentolerir kelakuanku.

Kalau saja aku bisa marah pada diri sendiri. Mengetuk dinding atau kaca lalu masalah berhenti. Barangkali tidak begini. Kecewa pada diri sendiri lebih berat daripada kecewa pada orang lain.

Sementara laptop di meja kerjaku masih menyala. Berkedip terus seakan berkata, "sudah lanjutkan saja". Ingin kujawab,"maunya begitu". Tapi ia hanya benda mati yang selama ini aku bagi. Tentang dia.

Dia menyebutku teman, aku menyebutnya pujaan. Aku baik-baik saja. Karena bagiku selama masih menatapnya, cinta satu arahpun tak apa. Aku masih baik-baik saja sampai satu ekor kecoak itu terbang ke arahku.

"Hush, hush.....," tanganku menghalau berusaha mengusirnya.

Tapi si kecoak malah terbang ke sana ke mari  kebingungan. Aku tak kalah panik. Setiap ia terbang rendah segera kuhantam dengan benda yang ada. Di tanganku sebuah buku tebal sudah bersiap. Saat ia berada di daerah yang rendah, segera tanganku meluncurkan rudal. Dan "bukkk", suara hantaman mengakhiri riwayat si kecoak. Beserta laptopku yang menjadi landasan pacunya. Mati. Layarnya hitam.

Jantungku berdetak-berdentum tak berirama. Saat pelan kunyalakan laptop kembali. File yang terbuka sudah tak ada. Potret-potret yang sedari tadi aku pandangi juga sudah Innalillahi. Aku lemas tak bisa berkata.



  • view 33