Wajah Kota

Nurma Kasa
Karya Nurma Kasa Kategori Lainnya
dipublikasikan 07 September 2017
Wajah Kota

Kubus-kubus berdiri gagah sampai angkasa. Dari jauh, terlihat aksen bujur sangkar. Warnanya silau tertimpa cahaya. Mendukung sengat matahari menembus kulit manusia.

Aku menyelinap diantara mobil dan pembatas jalan. Suara crane terdengar mengerikan. Tapi apalah daya sudah berada dipertengahan. Hanya satu arus tanpa bisa kembali pulang.

Sesekali gas kutarik agak kencang. Tapi banyak kali kampas kuhabiskan. Takut bersenggolan. Truk-truk ganas menakutkan. Apalagi pengendara roda dua, berduaan.

Suara bising jangan tanyakan. Seolah semua motor besi sedang berperang. Masing-masing bersenjata. Maju melawan musuh atau akan kelaparan.

Acapkali  di hati muncul pertanyaan? Mengapa jalan sebesar ini tak mampu menampung orang? Padahal tahun-tahun keluar pembaruan. Mulai dari jalan sampai peraturan. Tetap saja sulit membelah keramaian .

Apa kota terlalu memikat dalam kehidupan? Sehingga ia jadi satu-satunya pilihan. Mencari hidup sekaligus mendekati kematian.

Baliho reklame minuman dari Negeri Sakura hanya diam.

Aku bukan apa. Bukan pula siapa. Hanya saja ingin bertanya. Barangkali ada yang sudah tahu jawabannya. Sebelum langit benar-benar menghitam. Jalanan  lengang, tanpa seorangpun di dunia.

  • view 42