Lamaran Si Al: Bagian 2

Nurma Kasa
Karya Nurma Kasa Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 29 Agustus 2017
Lamaran Si Al: Bagian 2

Was-was berusaha ia usir keras dari hati si Al. Dia tak tahu lagi setelah hari kemarin dirundung kesialan, ralat, maksudnya ujian. Motor baru yang melaju cepat itu dengan tega menyipratkan genangan air kotor di sepatu barunya. Masalah kecil sesungguhnya. Tapi menjadi besar berkat lamaran yang tertolak ba'da shubuh. Hari ini entah apa lagi. Kepala si Al berdenyut tak teratur.

"Lu, sabar aja dah. Habis ini InsyaAllah ketemu solusinya," Odi menyapu pandangannya ke sekitar.

Entah siapa yang ia cari. Beberapa kali ia cek ponsel. Sedikit senyum mengembang di bibir. Sementara si Al pasrah menerima nasib. Bibir tebalnya masih menggumamkan istighfar.

"Harus hari ini banget, Od?"

Odi mengangguk yakin. Lalu tangannya menepuk punggung si Al. Tak lama kemudian datanglah seorang berpeci demgan tinggi sekitar 185 cm. Setelan baju takwa dan sandal gunung membuatnya tampak seperti model lebaran. Si Al menengok biodata yang ia tulis, tak sampai 165 cm, jangan-jangan bakal ditolak lagi. Si Al menghembuskan nafas kuat-kuat.

"Al, ini bang Rei yang insyaAllah bakal bantu kamu," Odi memperkenalkan bang Rei pada si Al. Mereka tampak saling mengulurkan tangan, berjabat. Bang Rei mengangguk. Lalu memindai cepat penampilan si Al dari bawah ke atas. Apa jangan-jangan orang ini akan mempermasalahkan tinggi badan juga. Mulai berkelebatanlah prasangka di benak si Al. Ia pasrah.

"Yuk, duduk aja kita ngobrolnya," bang Rei menunjuk sebuah meja kursi dekat penjual cuanki.

Si Al deg-deg an. "Jangan-jangan suruh nraktir dulu," pikirnya.

  • view 31