Aku Ingin Berdua

Nurma Kasa
Karya Nurma Kasa Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 13 Juni 2017
Aku Ingin Berdua

Udara di kamar tiba-tiba begitu segar. Sekat-sekatnya melebar. Memang aku baru saja mengganti pengharum ruangan. Tapi kali ini berbeda. Ada rasa tenang yang tak mau dideskripsikan.

Kubolak-balik satu bendel kertas yang diserahkan kak Rindy. Jadi ini project yang dibilang. Tanpa kamera, tapi dengan hati. Sungguh aku tak pernah melakukan ini sebelumnya. Aku ragu kalau aku bisa.

Sudah sekira tiga jam aku di depan komputer. Tak ada yang bertambah selain format baku seperti milik kak Rindy. Project ini ternyata memusingkan. Kepalaku penat. Tanganku kesemutan. Pipiku terasa lengket sebab tak ada aba-aba, air mata mengalir. Aku tak yakin dapat menjalani ini semua. Aku tak yakin dengan diriku sendiri. Sedari tadi tak berubah, malah tangisku pecah tak sudah-sudah. Apa aku sepayah ini?

Kak Rindy, aku nggak yakin. Aku nggak bisa.

Kukirim pesan singkat pada Kak Rindy. Kumatikan komputer yang layarnya terus berkedip. Lalu aku hilang ditelan kapuk-kapuk lembut di kamar. Aku butuh istirahat.


***

Masalah tidak datang tanpa alasan. Ia kadang sengaja menjumpai, agar kita lebih dewasa dan bijak dalam bersikap. Sepertinya sekarang hukum itu benar terjadi. Aku tak mungkin lari.

"Kak, aku benar-benar buntu?" kusodorkan satu bendel kertas project milik kak Rindy.

"Kenapa?"

"Aku nggak tau apa aku pantas mengerjakan ini," aku menunduk pasrah. Lalu kuceritakan semua bahwa ini kali pertama aku diajak bertukar CV. Dan setelah mencoba menuliskan siapa aku, rasanya tidak sanggup. Sebab aku malu dengan kondisiku sekarang. Maksiat masih banyak. Ibadah begitu-begitu saja. Pasti dia akan menolak.

Kak Rindy merapatkan duduknya. Ia menepuk pundakku dalam rangkulan.

"Yang penting kita terus berusaha menjadi baik dan niatkan semua karna sang Pencipta. Bukan karena kita jatuh cinta. Bukan juga ingin cinta manusia. Tulis apa adanya kamu," kak Rindy tersenyum seperti suntikan serotonin bagiku.

Jadi CV ini akan Raka baca? Baik, aku akan jadi Rani yang apa adanya.

Satu pesan masuk membuyarkan lamunanku. Pesan dari Rio.

"Aku masih ingin berdua." Kali ini tak kubalas. Kutelusuri tombol pengaturan dan mengisi namanya di daftar blok kontak. Tolong, aku berusaha jadi baik.

***

 

  • view 66