Berusaha Biasa Saja

Nurma Kasa
Karya Nurma Kasa Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 24 Mei 2017
Berusaha Biasa Saja

(3)

Menyayat sekali melihatmu berboncengan dengan seseorang. Entah itu siapa, aku tak peduli. Mataku sudah mulai berkaca-kaca. Dan kini hampir pecah kalau tidak segera menyadari bahwa di sini aku tidak sendiri. Aku segera bangkit dari kursi tempatku bersandar, melangkah pergi.

"Mau kemana?" seorang teman menyadari kepergianku. Setelah kursi tadi bergeser mengenai lututnya.

Aku tak berbalik. Karena air mataku lebih cepat jatuh dari langkah kakiku. Aku mengangkat tangan sebelah kanan dan menggoyangkannya tanda tak terjadi apa-apa. Aku tak dengar apa-apa setelah itu selain suara mereka yang asyik di depan PC bersorak bahagia.

"Wah, nggak nyangka deh anak ini bisa boncengin cewek."

"Biarinlah kemajuan."

"Cantik juga ceweknya."

Kata-kata semacam itu masih terus berkelebat di pikiranku. Tayangan cctv itu menjadi begitu jelas di ingatanku. Apa yang sebenarnya terjadi? Aku seharusnya berhenti berpikir. Aku sedang berusaha biasa saja. Biar perasaan ini terbunuh. Tapi sulit.

Aku menunduk malu. Sekalipun tak ada seorangpun yang melihat. Tapi dengan punggung tanganku sibuk menyeka air mata, aku merasa tak nyaman menampakan muka. Aku berjalan cepat ke arah toilet. Tapi langkahku terhenti oleh seseorang yang berbadan tinggi. Kami hampir bertabrakan.

"Maaf," aku berjalan menghindar tanpa melihat ia.

"Run, kenapa?" suara itu membuatku berhenti. Aku menengadah. Suara yang sama dengan seseorang yang kemarin berkata hati-hati.

  • view 42