Tundukkan Hatimu Ya Ukhti

Nurma Kasa
Karya Nurma Kasa Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 21 Mei 2017
Tundukkan Hatimu Ya Ukhti

Tatapanku selalu tertuju pada kaos merahmu. Bahkan di acara seramai ini. Bukan karna mencolok diantara yang lain. Tapi mataku pandai mencarimu diantara ratusan manusia.

Sudah ribuan kali aku berujar pada diri sendiri. Bahwa pilihan terbaik adalah menghentikan penghambaan ini. Sudah jelas-jelas kamu memilih yang lain. Tapi hatiku bersikeras bertahan. Entah sampai kapan.

Otakku lelah menasehati. Tak manjur kata-kata motivasi penyemangat diri. Hati terlanjur tak mau pergi dari sini. "Astagfirullah, tundukkan pandanganmu ya ukhti". Aku mencoba walau sulit sekali.

Pembicara terlihat sangat menguasai panggung. Semua peserta tampak antusias. Tak terkecuali kamu. Aku melihatnya karna sesekali mataku lepas kendali. Kali ini, hingga tak sengaja pandang kita beradu. Entah aku yangterlalu sering memandangimu. Atau ini semacam takdir yang membuat kita temu.

"Kamu sendiri?" tanyamu dengan isyarat mulut dari kejauhan.
Aku mengangguk lesu lalu segera mengalihkan pandangan. Kamu tahu, hatiku sesungguhnya melonjak kegirangan. Dan bersamaan juga beristigfar menyadari bahwa ini kesalahan.

Aku tak tahu apa yang kamu pikir setelah itu. Dengan wajah ramah kamu coba menyapa. Tapi tanggapanku begitu saja. Kujawab seperlunya. Bahkan tampak tak menyenangkan. Kalau saja hatiku bicara bukan kesendirian ini yang melelahkan. Tapi menatapmu penuh harap dari kejauhan yang ingin aku akhirkan. Aku tak mau begini.

Karena esok suatu masa, mataku yang bicara. Esok suatu masa, hatiku yang bicara. Mulutku tak bisa lagi menjelaskan perkara. Jika kamu bukan takdirku, aku benar tak apa di dunia. Tapi jika kamu bukan takdirku, bukankah perkara dunia tetap diminta pertanggung jawabannya. "Astahfirullah, tundukkan hatimu ya ukhti."

  • view 46