Denganku Saja

Nurma Kasa
Karya Nurma Kasa Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 18 Mei 2017
Denganku Saja

Denganku saja.

"Denganku saja"
Terimakasih untuk kalimat itu. Tapi jangan coba-coba mengulanginya.

Aku tak pandai bergurau. Meski setiap kali aku bicara, ada saja yang tertawa. Barangkali aku memang lucu. Atau mungkin karna nada bicaraku yang kental beraksen jawa terdengar aneh di telinga mereka. Ada juga yang bilang raut mukaku memang menggelikan. Terserahlah bagi mereka aku apa? Tak ada masalah. Asal mereka bahagia aku juga ikut bahagia. Karna aku berharap membahagiakan mereka menjadi bagian dari amalku.

Aku tak pandai bergurau. Dan tak terlintas sedikitpun niat untuk menghina jikabaku bicara. Meski begitu aku harus berhati-hati. Mulutmu harimaumu, begitu kata pepatah. Dan aku setuju bahwa menjaga mulut bagai menjaga harimau. Menjaga kata agar jangan sampai membuat luka.

Aku tak pandai bergurau tapi aku suka berperan. Suatu hari aku bermain peran sebagai putri yang mencintai pangeran. Peran cerita klasik ala Cinderela. Kataku pada pangeran "aku akan hidup denganmu". Aku berkata dengan sungguh-sungguh, seolah nyata. Karna aku senang memainkan peran.

Lalu kamu sang pemeran pembantu di sela peran berkata, "Denganku saja". Itu bukan bagian dari naskah. Tak ada percakapanmu pada bagian itu. Tapi sepersekian detik aku terdiam. Mendapati jantungku yang berdetak lebih cepat. Mendapati otakku yang bertanya " benarkah?". Mendapati diriku sendiri yang berdebat menganalisa arti kalimatmu sebenarnya. Berguraukah? Main-main saja? Atau sebenarnya kamu juga punya perasaan sama?

Aku masih bermain peran. Maka sebisa mungkin aku tak bereaksi banyak. Walau riuh, mereka di sekeliling berteriak. Mulai menggodamu dan aku yang tak bisa bertindak.

"Denganku saja" begitu kamu katakan. Barangkali mereka sudah lupa. Atau bahkan kamu mengatakan tak pernah tahu bahwa kata itu pernah melaju. Sedang saat itu dingin mulai menjalar di jemariku. Meyakinkan diri bahwa ini bukan mimpi. Sekaligus bukan nyata yang harus kuhadapi.

"Denganku saja" jika itu hanya gurauan, kuharap kamu tak pernah mengulanginya. Aku tak pandai bergurau. Tapi aku tahu persis bergurau pun tak boleh berlebihan. Karna ada hati yang berbatas namun tak nampak di mata.

"Denganku saja" bisakah kamu berhenti mengucapkannya di otakku? Perasaanku tak semudah ucapan canda.

  • view 40