Ujar Butiran Hujan

Nurma Kasa
Karya Nurma Kasa Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 17 Januari 2017
Ujar Butiran Hujan

Akulah butiran hujan yang kau seka di jendela kamar. Akulah butiran hujan yang kau singkirkan, hanya untuk melihat jalan. Akulah butiran hujan yang membuat gugup menanti ia datang. Akulah butiran hujan yang kau kutuk saat sepatu manismu terpercik genangan.
.
Tapi aku akan tetap jadi butiran hujan.
.
Sebab aku tahu kau suka bau tanah basah yang menguar. Sebab aku rindu melihat senyummu saat pelangi berkabar. Sebab aku ingin tahu, apakah ia yang kau tunggu akan maju atau gentar.
.
Maka aku akan setia jadi butiran hujan. Lalu mengantar doamu hingga langit mendengar. Meski aku tahu baitmu akan membuatku gusar.
.
"Semoga hujan cepat reda dan ia segera tiba," bibirmu bergetar.
.
Kemudian suatu hari ia benar-benar menghilang. Berbekal alasan klasik, bahwa sudah tak ada lagi kecocokan. Kamu lalu menangis , seperti suaraku yang beramai menghantam batuan.
.
Aku ingin menghapus lelehan matamu tapi aku hanya butiran hujan. Aku takut membuat seluruh tubuhmu basah dan kedinginan.
.
Tak kusangka engkau justru berlari ke tengah taman. Kau tengadahkan wajahmu ke langit tanpa perlindungan. Hingga aku mampu mengusapmu meski dari kejauhan.
.
Aku gembira bahwa akulah butiran hujan. Akulah yang menyaksikanmu tumbuh dengan banyak permintaan. Tentang ia yang awalnya kau suka. Tentang ia yang awalnya kau minta. Juga tentang ia yang akhirnya membuatmu kecewa.
.
Aku bersyukur karena aku adalah butiran hujan. Akulah yang kembali mengemas doamu melewati awan-awan. Aku pula yang mendengar bisikmu tentang pengharapan.
.
"Tuhan, sunggu dulu aku sok tau dan meminta ia di sampingku. Sebab aku merasa ia yang terbaik untukku. Tapi Tuhan, sekarang aku hanya berharap, ia yang berada di sisiku kelak adalah yang terbaik dari-Mu."

  • view 401