Antara Kebugaran dan Kepatutan ; Senam

Nurma Kasa
Karya Nurma Kasa Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 29 Desember 2016
Antara Kebugaran dan Kepatutan ; Senam

Seorang wanita melenggokkan tubuhnya seirama nada. Didukung dengan speaker dengan suara cukup menggema. Barisan orang di belakangnya tampak menduplikat gerakan pesenam. Kebanyakan dari mereka ,pengisi barisan, tersenyum gembira.  Tapi aku menyimpan sedikit ganjalan melihatnya.

Senam merupakan suatu cabang olahraga yang melibatkan performa gerakan yang membutuhkan kekuatan, kecepatan dan keserasian gerakan fisik yang teratur. Ini versi wikipedia.

Kalau dari web Kamus Besar Bahasa Indonesia tertulis bahwasanya senam1/se·nam/ n gerak badan dengan gerakan tertentu, seperti menggeliat, menggerakkan, dan meregangkan anggota badan; gimnastik: olahraga -- sedang digemari ibu-ibu pada saat ini.

Memang tidak ada batasan dalam gerakan senam. Apalagi di kehidupan yang berisi orang kreatif seperti saat ini. Makanan saja bisa macam-macam dikombinasikan. Misalnya pizza dengan aneka topping yang rasanya bisa lidah Indonesia sekali.  Atau es krim rasa nusantara, sebut saja rasa kacang hijau atau ketan hitam. 

Begitu juga senam yang pada akhirnya memiliki modifikasi dengan aneka lagu dan gerakan. Lagu yang dipilih misal yang sedang hits di kalangan anak muda. Bisa dari dalam negeri, seperti musik dangdut, atau musik yang didangdutkan. Bisa pula lagu dari mancanegara. Asal bertempo sama dengan gerakan jadi sudah dinamakan senam.

Sejauh ini, pemahamanku tentang senam ialah suatu olahraga dengan tujuan akhir kebugaran. Itu esensinya

Bermula dari aku yang ikut kegiatan senam di kantor tempatku bekerja. Masing-masing instruktur senam tiap minggunya berbeda. Jangan ditanya bagaimana jenis busana. Ya begitu seperti senam pada umumnya. Terbuka sih tidak semua, hanya terbentuk saja. Itu yang pertama.

Mengingat senam yang digelar adalah kegiatan bersama, pria dan wanita tak ada pemisahnya. Digelar di halaman yang sama, dipandu orang yang sama pula. Kategori gerakan yang ditampilkan akhirnya menjadi peningkat selera bagi pria. Ibarat ikan segar di dekatkan pada kucing kelaparan. Ya begitu namanya berselera. Itu yang kedua. Sedang aku yang wanita, entah mengapa malu sendiri dibuatnya.

 

 

 

  • view 177