Aku vs Teman

Nurma Kasa
Karya Nurma Kasa Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 Desember 2016
Aku vs Teman

Aku berteman dengan peraduan. Sampai suatu hari akhirnya kami tak lagi sejalan.

Rasanya tega tak menuruti mata yang sudah berat. Sementara peraduan menggoda sedari tadi. Seperti gabungan alasan tepat untuk tetap di sini. Kerlingan matanya seolah berkata.
"Kemarilah, aku ingin bermanja-manja denganmu."
"Ayo sebentar saja, tak akan menghabiskan waktumu."

Lalu ketika hati memberi sedikit keleluasan. Beberapa waktu kemudian, aku mendapati diriku sudah tertipu olehnya. Saat mata terbelalak jam sudah menunjuk pukul lima. Fajar menyingsing kembali ke singgasana. Hitungan jam berlalu sia-sia tanpa berbuat apa-apa.

Peraduan hanya menatapku sekenanya. Tersenyum biasa, seolah itu bukan hal yang perlu diributkan.

Sejak itu aku dan peraduan berseteru. Aku yang akan mengaturnya atau hidupku akan selalu tertipu. Aku yakin dia masih berusaha mempengaruhiku untuk terus bermanja dalam waktu lama. Tapi aku juga telah bertekad kuat untuk sekedarnya saja menghabiskan waktu dengannya. Bercumbu melepas penat, usai itu tidak ada alasan lain untuk bersama.

Tampaknya peraduan sedang berbaik hati. Menawarkan kenikmatan dengan alasan manusiawi.

"Kamu lelah telah bekerja keras sepanjang hari, wajar jika akhir minggu habis di sini."

Waspada dan harus sangat berhati-hati. Sang peraduan sedang menggoda manusia agar lupa hakikat diri. Keluangan waktu perlu untuk dimaknai. Karna manusia ditunjuk sebagai khalifah di bumi. Setidaknya jadi pemimpin untuk dirinya sendiri. Mana mungkin pemimpin membunuh waktu hanya dengan bermimpi sepanjang hari. Setidaknya memenangkan hidup di atas egonya sendiri.

  • view 154