Pernikahan

Nurma Kasa
Karya Nurma Kasa Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 10 Desember 2016
Pernikahan

Ketika dua gadis berbicara tentang masa depan. Pada akhirnya bahasan kembali ke soal pernikahan.

Pernikahan impian memenuhi pikiran dua orang gadis perantauan. Bukan hanya tentang sebuah pencarian. Atau pasangan yang bagaimana caranya saling menemukan. Tapi juga tentang serentetan panjang persiapan. Sebuah pernikahan ibarat sebuah kapal. Ketika ia hendak berlayar, ia akan tiba di dermaga, dalam sebuah pernikahan dermaga itu adalah resepsi pernikahan.

Resepsi pernikahan, hakikatnya adalah untuk mengabarkan. Agar sebuah pernikahan diketahui orang. Agar sebuah pernikahan tak berakhir dengan fitnah kejam.

Namun pada prakteknya resepsi pertimbangannya dipengaruhi gengsi. Harus memenuhi standar masyarakat. Atau setidaknya tak jadi bahan pembicaraan yang lezat.

Sebenarnya menuruti pandangan orang tak akan ada habisnya. Karena kehidupan setelah resepsi jauh lebih penting untuk adanya. Baik dan burukpun hanya diingat dua hingga tiga hari saja. Maka yang terpenting syarat sah dan dapat memenuhi sunah. Urusan lain bisa dipikir diurutan kedua, ketiga dan seterusnya.

Jangan terlalu bermewah diri. Uang resepsi kalau dihitung bisa buat naik haji.

 

  • view 264