Hei!

Nurma Kasa
Karya Nurma Kasa Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 08 Desember 2016
Hei!

"Hei!"

Sebuah panggilan yang menjadi sulit diartikan.

Masing-masing manusia punya nama. Tetapi terkadang panggilannya bisa berbeda. Faktornya banyak, bisa jadi nama dan lidah pemanggilnya tak bisa seirama. Misalnya nama khas eropa yang hidup di lingkungan desa nun jauh di sana. Bisa juga kenyamanan pemanggilnya. Ada juga seseorang yang diingat karena sebuah peristiwa. Jadilah nama peristiwa itu dipakai jadi nama panggilannya

Lalu bagaimana kalau ada seorang yang memanggilmu dengan sapaan,'hei'? Marahkah? Tersinggungkah? Atau bahagiakah?

Pertama, lihat dulu dari segi kondisinya. Apakah dilakukan saat keadaan aman dan longgar atau keadaan terhimpit yang kadang pikiran jernihpun jadi hilang. Jangankan nama orang, nama sendiripun bisa jadi ingatpun tidak.

Yang kedua bagaimana nada bicaranya. Apakah bertujuan untuk bercanda atau tinggi intonasinya.

Yang ketiga siapa yang mengatakannya. Faktor ini agaknya sedikit subjektif. Ketika yang memanggil punya andil dalam kehidupan. Misalnya atasan tiba-tiba memanggil dengan sebutan 'hei'. Atau tiba-tiba cinta dalam hati memanggil 'hei' . Wah, lain lagi ceritanya.

Maka dari itu sebelum kita memanggil 'hei' pada orang lain. Ada baiknya kita membalik keadaan. Seandainya saya yang dipanggil macam itu, saya menerimakah?

Nah, lebih baik lagi kalau kita biasakan memanggil dengan nama yang ia punya. Nama biasanya berisi doa dari orang tua. Ketika memanggil bisa jadi kita dapat dua, perhatian dia dan pahala dari sebuah doa.

 

  • view 159