Senin Lebih Hangat

Nurma Kasa
Karya Nurma Kasa Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 05 Desember 2016
Senin Lebih Hangat

Senin Lebih Hangat

Kemarin sore hujan telah berkisah sepanjang waktu. Aromanya yang dingin bahkan masih mampir di pagi hari.

Aku terbangun dengan kantuk tersisa di senin pagi yang sedikit terlupa. Entah sebab apa, pikiran masih bermanja pada akhir minggu yang bahagia. Tapi notolifikasi di ponsel mengabarkan bahwa Senin lebih hangat empat derajat. Benarkah?

Hari senin sering kali dianggap menyiksa. Beberapa dari mereka barangkali terjadwal senin hingga sabtu bekerja. Tak apa dan jalankan saja. Siapa tahu keberadaan kita bermanfaat bagi sesama. Kalau ditambah taqwa, bonus kerja kita ukurannya jadi ibadah. Nah, hidup seperti ini sempurna indah. Lagi pula di luar sana ada banyak orang yang bahkan tak tau besok berbuat apa. Mungkin juga mereka berharap ada di posisi kita. Jadi bersyukurlah dengan Senin yang hangat.

Memang sesekali bekerja itu membuat bosan dan lelah. Tapi bukankah itu wajar? Namanya juga manusia. Kalau mesin rusak diperbaiki saja. Kalau suasana hati sedang tak enak, diperbarui juga niat bekerja mau apa.

Aku selalu berharap Senin lebih hangat. Kalau kemarin tiang jemuran diguyur hujan. Aku berharap hari ini matahari sudi mengeringkan. Kalau kemarian menghabiskan waktu sendiri di kamar. Mungkin senin ini tidak lagi sendirian.

Senin pagi, pintu ruanganku terbuka. Sosok beransel itu lalu menyapa. Menangkapku tersenyum, ia pun membalas dengan salam penuh doa.
"Assalamu 'alaikum," katanya
"Wa'alaikum salam."

Aku percaya Senin-ku hangat.

 

  • view 168