25 September-mu

Nurma Kasa
Karya Nurma Kasa Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 26 September 2016
25 September-mu

25 September-mu

Langit sedikit mendung pagi ini. Matahari nampak bersembunyi di balik awan yang menghitam. Dia seperti menyindir aku yang gelisah di balik keputusan.

Galau itu saat dapat undangan pernikahan dari dua orang di tanggal yang sama namun berada di tempat yang jauh terpisah. Kegalauan itu lalu menghuni pikiranku berhari-hari. Hingga beberapa pertimbangan menggiringku untuk memilih salah satunya. 25 September lain.

Ah, sepertinya permintaan maaf tak akan cukup menebus ke-absenanku hari itu. Tapi ijinkanlah aku berdoa pada Tuhan. Semoga 25 September-mu menjadi hari penuh keberkahan. Padamu dan suami diberikan kebahagiaan, rejeki yang terus mengalir, keistiqomahan dalam jalan-Nya, kelak dikaruniai keturunan sholih-sholihah yang menjadi penyejuk hati.

Tak cukup sebait kalimat untukmu karena kerinduan terus merongrong ulu hati. Ia menyediakan ruang untukku mengenang betapa kita dulu sangat menyenangkan. Tapi aku terlalu pengecut mengakuinya.

Kita yang suka melihat pertandingan bola timnas U-19 sembari menikmati kacang kulit dan susu ultra satu liter. Kita yang suka menyeduh mi instan tengah malam karna lapar sehabis marathon drama korea (dream high). Kita yang ingin makan suki padahal nggak konsep restorannya. Kita yang cuma nongkrong di tepian Mahakam sambil makan roti boy. Banyak sekali kita yang kamu ciptakan bersama. Terimakasih ya. Terimakasih juga untuk mendorongku berijab syar’i. Kamu tak pernah mengucapkannya, tapi tanpa kata itulah hatiku bertekad melakukannya.

 Huwaaa, sepertinya aku terlalu banyak bercerita. Dan akhirnya semoga 25 September ini adalah perjalananmu untuk membuat kisah ‘kita’ yang baru bersama suami hingga jannah-Nya.

Barakallahu lakuma wa baraka ‘alaikuma wa jama’a bainakuma fi khair.

 

  • view 153