Hanya Rindu

Nur Mahmudah
Karya Nur Mahmudah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 13 Februari 2016
Hanya Rindu

?

Ingatkah kau? Dulu kau sebut kita sahabat. Karena kita saling menemukan banyak kesaaman. Atau hanya aku?

Dulu setiap malam kita selalu berbincang tentang banyak hal. Tentang kehidupan, tentang sekolah, sampai tentang perasaan dan banyak hal lain.

Aku jadi ingat perkenalan kita yang aneh. Aku bahkan baru mengetahui namamu setelah beberapa hari kita bertukar cerita. Sejak itu aku tahu kau adalah orang yang tepat. Sebab apa? Aku bukanlah si extrovert yang mudah menerima orang baru. Tapi denganmu? Kulakukan itu.

Hari berganti, bulan terus bejalan, tahun juga demekian. Kita masih tetap asyik dengan hubungan yang kita sebut persahabatan. Tapi tahukah kau? Ternyata apa yang orang bilang tentang persahabatan antara laki-laki dan perempuan itu benar.

Diam-diam tanpa pernah kusadari. Perasaanku memupuk dirinya sendiri. Tumbuh menjadi benih cinta yang tidak pernah kumengerti. Tapi aku tau, itu tak mungkin kan?

Katamu kita hanya sahabat. Atau kau juga sama?

Sampai suatu hari kau miliki kekasih. Aku memutuskan untuk pergi. Menjauh darimu. Tidak, bukan karena aku cemburu. Aku baik-baik saja. Karena aku tahu kita hanya sahabat.

Tapi, kekasihmu tidak. Dia tidak suka dengan kedekatan kita. Meski sudah kau jelaskan berulang-ulang. Aku tahu, aku harus mengalah kan? Meski rasanya sulit menjauhi seseorang yang dengannya kita terbiasa membagi banyak hal.

Aku tak apa. Aku baik-baik saja.

Tahun telah banyak berganti.

Aku tahu kamu sudah sendiri. Tapi kita tetap begini. Menjaga jarak. Menjaga hati.

Aku hanya rindu malam-malam setiap kali kita berbincang.

Aku hanya rindu kamu yang selalu bersemangat bercerita.

Aku hanya rindu, saat kau rela mendengarkan masalahku meski itu mengganggu waktu tidurmu.

Aku hanya rindu tawamu.

Aku hanya rindu suaramu.

Aku hanya rindu candaanmu.

Aku hanya rindu nasehatmu.

Lucu ya? Sebanyak ini rindu. Masih ku bilang hanya.

Ah, aku memang merindukan semuanya.

Mungkinkah kita bisa seperti dulu lagi?

Kau yang jawab.

?

13 Februari 2016

  • view 216