Hati yang dirundung kecewa

Nur Mahmudah
Karya Nur Mahmudah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 10 Februari 2016
Hati yang dirundung kecewa

Mudah saja bagi kita untuk menasehati seseorang yang sedang dirundung kecewa. Kecewa pada keadaan, pada waktu, pada kesempatan yang hilang, bahkan yang terparah saat ia menyadari bahwa yang menjadi penyebab dari semua itu adalah dirinya sendiri.

Mudah saja bagi kita yang sedang-tidak-berada dalam posisi yang sama untuk mengatakan bahwa 'yang baik menurut kita belum tentu baik bagi Allah dan yang buruk menurut kita pun belum tentu buruk bagi Allah'.

Lantas, cara terbaik mengobati kekecewaan adalah mengikhlaskan, merelakan, memaafkan. Memaafkan diri sendiri karena telah mebiarkan harapan membumbung terlalu tinggi pada seseorang atau sesuatu selain Allah.

Pemahaman seperti itu sukar sekali saat kita berada di posisi (kecewa) tersebut. Lalu harus bagaimana? Harus berbuat apa?

Karna cenderung hati yang sedang dirundung kekecewaan akan sulit menerima. Merasa tiba-tiba langit menjadi mendung kelabu padahal sebelumnya terang benderang, seolah sebentar lagi akan runtuh.

Tapi tahukah kau duhai hati yang kecewa. Hari esokmu memang belum terbaca. Masih polos. Masih bebas ingin kau buat seperti apa?

Yang jelas lupakan kecewamu hari ini. Siapkan pensil warna untuk meramaikan esok dengan hal-hal baru yang lebih baik. Yang lebih positif.

Dan ingatlah, mungkin ini teguran dari Allah, yang merindukanmu untuk memohon, mengiba, merengkuh segala harap dalam sujudmu.

Percayalah Allah tahu yang terbaik untukmu. Sedang kau sekali-kali tidak. Karena manusia hanya mengira-ngira, menerka-nerka. Sedang Allah pemilik segala kepastian.

Wallahu a'lam

Catatan ini sebagai bahan renungan dan muhasabah diri bagi saya pribadi. Semoga tidak ada lagi harapan yang terlalu tinggi tanpa mengharap rido-NYA.

10 Februari 2016


  • Asti Nurhayati
    Asti Nurhayati
    1 tahun yang lalu.
    Jadi inget petikan Surat al-Baqarah ayat 216. Dan menurutku ini berupa penjabaran inspiratifnya. Keren, Mbak b

  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    Yang jelas lupakan kecewamu hari ini. Siapkan pensil warna untuk meramaikan esok dengan hal-hal baru yang lebih baik. Yang lebih positif. Percayalah Allah tahu yang terbaik untukmu. Sedang kau sekali-kali tidak. Karena manusia hanya mengira-ngira, menerka-nerka. Sedang Allah pemilik segala kepastian. // Makjleb kerennya...^_