Kepada Tuan Masa Depan

Nur Mahmudah
Karya Nur Mahmudah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 3 bulan lalu
Kepada Tuan Masa Depan

 

Jika kemarin-kemarin aku menulis surat untuk seseorang yang jelas ku kenal dan aku ketahui keberadaannya. Maka kali ini aku menuliskan surat untuk seseorang di masa depan. Seseorang, yang sampai saat ini belum ku tahu siapa namanya, dan dimana keberadaannya.

 

Kepada Tuan masa depan.

Assalamualaikum Tuan,,,

Ku akui, bumi ini memang luas. Cukup luas untuk perempuan bertubuh kecil sepertiku. Dan di hamparan bumi yang belum tentu bisa ku pijaki seluruhnya ini. Aku selalu bertanya, dimana bisa kutemukan dirimu Tuan?

Hai Tuan yang menjadi takdirku kelak. Yang namanya sudah tertulis di lauh mahfuz untukku, bahkan 50.000 tahun sebelum Tuhan menciptakan dunia dan isinya.

Aku sering bertanya-tanya Tuan, perihal kehadiranmu.
Di sudut bumi yang mana kita akan saling menemukan?
Mungkinkah kita pernah bertemu sebelumnya. Hanya saja kita tidak saling mengetahui.
Atau mungkin kita belum pernah bertemu sama sekali. Dan ketika bertemu kita bisa langsung sama-sama mengerti.
Mungkin juga, kau adalah seseorang yang dulu pernah ku ikhlaskan. Dan Tuhan memberikan aku satu kesempatan lagi.

Itu kekuasaan Allah, Tuan. Membolak balikan hati manusia urusan yang mudah bagi-Nya. Bahkan lebih mudah dari sekedar mebalikan telapak tangan. Allah akan menumbuhkan keyakinan di hati keduanya, bukan hanya salah satunya. Begitu katanya kalau dua orang sudah ditakdirkan bersama.

Kau sudah sampai dimana Tuan?
Belakangan ini aku merasa kalau Tuan sudah dekat. Iya, tinggal beberapa langkah lagi Tuan.

Kau sudah sampai dimana Tuan?
Aku mendoakan kebaikan untuk setiap langkah yang kau ambil.

Jangan pernah menghentikan langkahmu Tuan. Sebab, akupun tak pernah berhenti untuk menujumu.

Tentang siapa dirimu?
Bagaimana dirimu?
Akan kapan dan dimana kita bertemu?
Tanya itu hanya akan terjawab setelah Tuan benar-benar berada di hadapanku.

Suatu saat aku akan menujukkan surat ini padamu Tuan. Aku ingin dirimu tahu bahwa aku sudah merindukanmu, bahkan sebelum kita bertemu.
Dan bila saat itu tiba. Itu berarti aku sudah tahu namamu, hai si Tuan yang menjadi takdirku.

Dilihat 83