Mengapa Ada Luka

Nurlatifah Kafilah
Karya Nurlatifah Kafilah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Oktober 2017
Mengapa Ada Luka

 

Sentuhan dua buah benda bisa mengakibatkan gesekan. Gesekan dapat menimbulkan bekas. Bekas yang akan membuat goresan. Goresan yang boleh saja menyakitkan. Sakit karena telah menjadi luka.

Jika permukaan kulit terluka, maka sel darah putih teraktifkan. Menyelinap diantara pecahan-pecahan trombosit dan mulai bermain peran. Berpadu dengan vitamin k, membentuk benang-benang tipis yang disebut fimbria. Lalu bagaimana jika hati yang terluka?

Hati bisa tersakiti oleh apa saja. Pengharapan yang tak terwujud. Waktu yang telah memanggil. Penghianatan yang telah tersingkap. Restu yang tak bisa digapai. Berjalan karena tak sesuai yang diinginkan. 

Namun bukan berarti tak bisa disembuhkan. Tak bisa dipulihkan. Karena semua luka tentu ada obatnya.

Bukan betadine yang ia butuhkan. Bukan alkohol yang ia perlukan. Bukan perban yang dapat menutupnya. Dan bukan resep dokter yang sanggup menawarnya. Cukup maaf yang bisa menormalkannya.

Kau tahu. Luka dapat membuat dewasa. Luka dapat menguatkan raga. Luka dapat menyehatkan jiwa.

Dan juga. Luka dapat melatih empati. Luka dapat membuat lebih jeli. Luka dapat membuat mawas diri. Luka dapat mengasah rasa hati-hati. Luka dapat mempertangguh hati.  Sehingga luka amat sangat memberi arti.

Betelgeuse, kini aku tahu mengapa ada luka.

  • view 131