Pengakuan

Nurlatifah Kafilah
Karya Nurlatifah Kafilah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 05 Oktober 2017
Pengakuan

Rasa yang menyelusup ke dalam dada tak bisa dikendali. Tak bisa dikontrol. Tak bisa diatur. Ada begitu saja.

Bak neutrino yang sulit dideteksi. Sulit dicari. Sulit ditemukan. Sulit untuk dihadirkan begitu saja.

Tiba sembarangan. Datang tanpa diundang. Berwujud namun tak berbentuk. Terasa namun membuat tak nyaman. Membuat tak tenang. Mengacaukan fikiran.

Dapat menyelinap dari sudut mana saja. Dari timur dari utara. Dari tenggara dari barat daya. Dari masa kini maupun dari masa lampau. Hadir dari masa yang telah berlalu.

Beragam cara dilakukan untuk menutupinya. Untuk menghapusnya. Berusaha menyembunyikannya. Namun semua terasa sia-sia. Ia terus melayang bahkan terapung di sanubari. Karena massa jenisnya lebih ringan dari fluida pengisi hati. 

Dalam kebuntuan ini hanya satu cara yang dapat dilakukan. Dapat dikerjakan. Sekuat tenaga diupayakan. Mengakui bahwa ia ada. Mengakui keberadaannya. 

Betelgeuse, izinkan aku mengakuinya.

  • view 51