Apakah ini rindu?

Nurlatifah Kafilah
Karya Nurlatifah Kafilah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 September 2017
Apakah ini rindu?

Aku masih ingat pertemuan pertama kita. Pertemuan yang mungkin harusnya tidak pernah terjadi. Pertemuan yang tak pernah ada dalam bayanganku. Takdirlah yang membuatnya menjadi nyata.

Tak ada yang spesial kala itu. Obrolan standar pemecah kekakuan. Untaian-untaian pengalaman di masa lalu. Harapan yang dirangkai untuk masa depan. Teramat singkat dan tak berkesan.

Selang beberapa lama komunikasi mulai terjalin. Bermula pada kesungkanan yang tak perlu. Curahan hati tak berfaedah namun menjadi sangat bermakna. Berlanjut pada obrolan-obrolan tak berguna.

Semuanya tergambar nyata dikepala. Berputar dan menari layaknya piringan hitam pada percobaan gerak melingkar. Lambat laun berinterferensi konstruktif dalam ingatan. Seolah merangkai suatu kalimat aneh.

Lagu-lagu sendu menjadi sangat nyaman di telinga. Lirik per lirik seolah semakin menggambarkan apa yang sedang dirasakan hati. Mungkin hanya temu yang akan melerai. Mengisi sesuatu yang kosong. Sebuah kehampaan.

Kita tak pernah berjodoh. Tak pernah memiliki waktu yang tepat. Aku selalu mengutuk diri saat kita saling melewatkan. Takdir sedang ingin bermain-main. Sungguh lelucon yang tidak lucu.

Betelgeuse, apakah ini yang dinamakam rindu?

  • view 50