Perpisahan

Nurlatifah Kafilah
Karya Nurlatifah Kafilah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 15 September 2017
Perpisahan

Hari itu terasa ada yang kurang. Terasa ada yang hilang. Ada yang tidak seperti biasanya. Hari dimana seorang manusia merasa kehilangan.

Kepergian begitu cepat. Kepulangan yang begitu mendadak. Tak ada kata pamit. Tidak ada kata selamat tinggal. Seolah menyimpan tanya. Menyimpan sejuta misteri. Apakah yang sang pemilik semesta persiapkan di kemudian hari. 

Suatu keniscayaan segala sesuatu diciptakan berpasang-pasangan. Ada siang dan malam. Ada terik dan hujan. dan sudah tentu  ada pertemuan dan perpisahan.

Tak ada satupun perpisahan yang tidak meninggalkan luka. Membuat jejak kesedihan. Melahirkan suatu kekecewaan. Namun semua bergantung pada seberapa luas penanpang hati yang merasa tersakiti. Dia yang ditinggalkan. Semakin luas permukaannya, maka tekanan yang dihadapi akan semakin berkurang. Terasa lapang. Begitu ringan. Tidak menyakitkan. 

Seperti nasehat bapak matahari, "Saat matahari meledakkan bintik hitam di permukaannya hingga menjadi flare, matahari membutuhkan waktu untuk menenangkan diri.  Cooling down." Namun, apakah itu berlaku pula padanya. Karena ia adalah tokoh utama dalam kisah ini.

Betelgeuse, aku takkan melupakan perpisahan kala itu.

  • view 55