Apa Perbedaan Antara Harapan dan Impian?

Nurita Wahyuni
Karya Nurita Wahyuni Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 September 2017
Apa Perbedaan Antara Harapan dan Impian?

Apa Perbedaan Antara Harapan dan Impian?

“Walaupun pedang-pedang menghunus tiap langkah perjuangan, masih ada insting untuk menghalangnya. Begitupun dengan waktu yang kian membunuh rindu, maka masih ada harapan untuk melawan hingga pada akhirnya bisa dipertemukan.”

“Ada langkah sederhana untuk menuntaskan rindu, yaitu menghimpun kau dalam impian-impianku. Namun, impian takkan pernah menjadi sempurna jika tidak menjadi nyata, maka doa menjadi salah satu senjata untuk merealisasikan impian itu.”

—Nurita Wahyuni

Sebelum pulang dari kampus tadi, salah satu teman mendiskusikan tentang perbedaan antara harapan dan impian. Dua kosakata yang sebenarnya mempunyai satu tujuan yang sama tetapi sebenarnya memiliki makna yang berbeda.

Jauh dari sebelum kalimat itu menjadi bahan pikiran hingga aku tak mau beranjak tidur. Bagiku harapan adalah sebuah lilin diantara kegelapan rasa putus asa, ketika semua aspek kehidupan tak lagi mendukung yang kita inginkan. Harapan menjadi kekuatan untuk kita yang sebenarnya bisa berhenti melangkah, tetapi memilih mengembalikan semangat untuk kembali berbuat. Aku sendiri sering mengakatan, bahwa manusia hidup karena ada harapan dan takkan bisa hidup jika hanya sekedar berharap. Simplenya begini, ketika kita memutuskan pergi ke pasar untuk membeli apel maka secara otomatis kita berharap apel itu memang tersedia dipasar. Untuk mendapatkan apel itu setidaknya kita butuh usaha untuk mendapatkannya. Jadi untuk memenuhi kehidupan terhadap apel kita butuh yang namanya harapan untuk menarik gairah hidup kita dalam mengusahakannya. Bukan sekedar berharap, menginginkannya ditempat tanpa melakukan apapun. Dan ini lah mengapa saya menyebutkan ‘bahwa manusia tak kan bisa hidup jika sekedar berharap.’

Harapan bagiku, adalah sebuah perisai yang perlu di pegang erat-erat dalam melewati rintangan hidup. Darinya kita bisa jadikan sebagai alat untuk menyelamatkan diri dari berbagai macam persoalan. Karena melalui perisai harapan kita bisa melewati tantangan dan  bertahan untuk berjuang mendapatkan sesuatu yang kita inginkan.
Lalu bagaimana dengan impian?

Apa mungkin impian dan harapan sebenanrnya adalah sinonim kata belaka? Bisa jadi, Iya. Secara umum keduanya adalah kekuatan bagi seorang manusia untuk mencapai tujuan. Dee menyebutkan, Ibarat sebuah burung—impian adalah sayap kehidupan, dan burung tak kan pernah bisa terbang jika tak bersayap. Manusia pun begitu, takkan bisa sempurna hidupnya jika tak diiringi dengan impian. Dulu saat kita masih sekolah dasar, banyak diantara kita ingin menjadi ini itu, adalah sebuah impian. Adalah tujuan. Dan impian adalah tujuan yang diharapkan bisa memberikan kebahagiaan dalam diri kita.

Pada akhirnya bertemulah satu titik korelasi diantara keduanya. Baik antara harapan dan impian mempunyai satu kekuatan untuk menstimulus diri kita berusaha dan mengusahakan sebuah tujuan. Lebih dari itu, sebuah harapan dan impian sama saja jika tanpa diusahakan dengan baik pasti takkan menjadi apa-apa.

Jadi apa kesimpulan pembicaraan tentang harapan dan impian ini?
Begini, setiap orang yang mempunyai impian pasti terselip rasa berharap untuk menjadi nyata. Begitupun sebaliknya, jika kita mengharapkan sesuatu artinya kita sedang menjadikan harapan itu sebagai impian, karena sama-sama ingin merealisasikan tujuan. Keduanya saling beriringan dan tidak boleh dipisahkan.

Bagaimana menurutmu?

Banyuwangi, 09 September 2017 00.00 WIB
Nurita Wahyuni

  • view 72