25 Hari Kehidupan di Peratapan Bagian Bengawan Solo (Bagian 1)

Nurita Wahyuni
Karya Nurita Wahyuni Kategori Project
dipublikasikan 22 Juli 2017
25 Hari Kehidupan di Peratapan Bagian Bengawan Solo (Bagian 1)

KOPI JUJUR

Pada suatu ketika kita akan merasakan kekaguman pada pandang pertama. Seperti halnya suasana desa ini. Di ujung Desa Klepek, kec. Sukosewu, Kab Bojonegoro saya tinggal bersama 9 orang teman satu kelompok KKN. Di sepanjang fenomena kehidupan, mungkin pernah diantara kita menemukan kantin kejujuran. Awalnya saya bingung mengapa ada warung yang letaknya jauh dari keramaian pemukiman warga dan tidak pernah tutup sepanjang hari.

Di bawah naungan yayasan Muhammadiyah, pengelola panti asuhan Cabang Klepek ini mengajak masyarakat untuk berbuat adil sedari dalam dirinya sendiri. Mengajak setiap orang berbuat jujur dari secangkir kopi. Melalui kopi segala sesuatu serasa bisa didekatkan termasuk membangun diri berbuat jujur. Kopi jujur mengingatkan saya pada petuah bapak. Kurang lebih seperti ini, 'kalau manusia tidak punya modal jujur apalagi yang mau dibanggakan?' Ibaratnya jujur itu bagian dari ruh manusia. Kalau sudah kehilangan jati diri untuk berbuat jujur, ya sudah, hidup hanya akan sekedar hidup tiada memberi arti. Segala sesuatu akan dilakukan semaunya sendiri mengikuti hawa nafsu tanpa memandang peradaban saling menghormati hak orang lain untuk tau segala sesuatu dengan sebenar-benarnya.

Dan parahnya banyak ungakapan mayarakat tentang susahnya mencari orang jujur di masa ini, seolah-olah menemukan orang jujur seperti mendapatkan butiran mas didalam perut bumi. Jika saja setiap orang bisa bertanggung jawab atas dirinya sendiri, sepertinya tidak perlu sibuk mencari orang berbuat jujur. Cukup pandang diri pribadi lalu bermuhasabah, apakah kita sudah menjadi bagian orang-orang yang dicari?

Bojonegoro, 22 Juli 2017
#KKNBBM-UNAIR56

  • view 29