Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Proses Kreatif 20 September 2016   15:55 WIB
Menulis Itu Karena Genetik apa Kebiasaan?

Menulis adalah bahasa kalbu ketika bibir tak mampu lagi mengungkapkan segala macam rasa dalam diri. Tulisan bisa menggambarkan kualitas, kepribadian, dan sikap seseorang dalam menghadapi hidup. Tahu tidak teman, jika menulis dapat meringankan beban ketika kita tidak bisa mengutarakan secara lisan? Apalagi bagi mereka yang introvert, menulis adalah salah satu cara untuk mengatasi tekanan hidup. Bagi mereka yang sedang menggeluti bidang ini bukan sekedar menjadi cara pelega hati saja, akan tetapi kita bisa membuat kebiasaan ini menuju arah yang mendapatkan prestasi. Setiap individu ketika menulis pasti menggunakan diksi dan tatanan bahasa yang berbeda, sehingga dapat menunjukkan ciri khas dari seorang penulis. Kedua unsur tersebut membutuhkan kepiawaian masing-masing penulis dalam mengolah kata, namun bukan berarti menutup kemungkinan setiap orang yang merasa ‘berjuang ekstra’ dalam dunia literasi untuk membuat tulisan yang baik. Latihan adalah jawaban dari segala macam teori kepenulisan dan kemauan untuk belajar disetiap bacaan yang pernah kita baca.

Sebenarnya menulis itu adalah rangkaian beberapa ilmu yang tersambung dalam sebuah kata hasil pemikiran. Pertama yaitu ilmu membaca, mustahil rasanya jika kita bisa menulis tanpa pernah membaca sebelumnya. Sebenarnya tulisan kita ini merupakan transformasi  kosakata yang pernah kita temui, entah itu dalam bentuk deretan kata didalam buku maupun berbagai prosa yang kita temui di lingkungan sekitar. Kedua, yaitu ilmu insting, pengalaman, dan perasaan dalam menelaah setiap kejadian. Ingat jangan pernah menyepelehkan unsur ini yang gengs, meskipun bacaan kita cukup banyak, jika kejadiaan hidup yang kita alami dan cara kita menginterpretaikan suatu kejadian hanya biasa-biasa saja, maka tulisan yang kita buat juga ya begitu-begitu saja. Jadi, antara hati dan otak harus berjalan dengan seimbang. Coba deh, jika teman-teman mengalami suatu fase kehidupan atau sepotong kejadian hidup, lalu rasakan dan telaah setiap kejadiaan yang kamu alami. Kemudian mulailah menulis sesuai jalur hati yang menginginkan untuk mengukir kata, maka jadilah sederet kalimat indah berupa caption atau status yang teman-teman tuliskan di akun sosial media.

Jadi, jika kita masih merasa kesulitan menulis bisa jadi disebabkan karena bahan bacaan kita yang kurang dari biasanya (kata biasa disini bisa disebut ‘tidak pernah membaca sama sekali’). Serta bagaimana kita mengartikan setiap fase hidup meski itu hanya sepotong kisah pulang sekolah. Namun, panggilan alam mengenai dunia tulis-menulis itu juga tidak bisa diragukan, karena pada dasarnya menulis adalah pekerjaan yang membosankan. Hal ini berkaitan dengan proses memeras otak untuk menciptkan argument baru. Nah, kalau kita tidak benar-benar menanamkan rasa cinta, sulit rasanya untuk bertahan berjam-jam dilayar monitor untuk menyusun kata demi kata. So, yuk kuatkan niat dulu untuk menyelesaika tulisan agar dapat tercipta karya-karya luar biasa, termasuk tulisan dalam bentuk tugas sekolah, kuliah, dan lain sebagainya (jika demikian jadi merasa terpojokkan sendiri -_-). Ini hanya sepenggal pengalaman dan pengetahuan saya saja, jika ada salahnya silahkan dikoreksi ya kawan. Thanks for your time to read my short article, happy reading :) 

Karya : Nurita Wahyuni