Ketika Jalanan Bercerita (Bagian 1)

Nurita Wahyuni
Karya Nurita Wahyuni Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 01 September 2016
Ketika Jalanan Bercerita (Bagian 1)

            Ini bukan pandangan biasa, kita sudah terlalu sering menemuinya bahkan menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan. Banyak kisah yang tersembunyi didalamnya, namun ia lebih identik dengan kisah tragis yang mengerikan. Memaksa setiap mata untuk tidak lenga sedetikpun dan menciptakan bayangan kemungkinan yang tak pernah diharapkan oleh siapa saja. Bagiku jalanan adalah topik menarik yang tak ada habisnya untuk dibahas. Bukan sekedar kepedihan yang ia toreh, tetapi ia punya filosofi hidup yang bisa kita terapkan dalam kehidupan. Kita hanya butuh berfikir lebih dalam untuk mengaitkan satu adegan dengan permasalahan hidup.

            Enam bulan terakhir banyak waktu yang ku habiskan untuk menganalisa cerita terpendam pada jalanan. Menurutku ini bukan pilihan gila, karena kenyataan membawaku untuk menghabiskan satu jam menyusuri segala macam jenis lika-likunya. Menempuh jarak kurang lebih 50 km setiap hari pasti menyita waktu yang sangat lumayan jika bisa digunakan untuk melakukan pekerjaan lain. Dari sanalah muncul inisiatif untuk merangkai berbagai scene dalam deretan kata seperti yang Anda baca saat ini. setiap tarikan gas pedal motorku seakan memberi isyarat ada arti kisah yang perlu ditelusuri. Setiap detik adalah kisah yang menarik dijalanan, ia terlalu berharga jika terlewatkan begitu saja. Entah akan ku coreti apalagi kisah didalamnya. Ku pikir masih teramat banyak untuk dipahami dan dimengerti. Satu persatu rangkaian kisah jalanan akan terwujud juga meski tak selurus dengan jalur sesungguhnya, karena jalanan selalu membawa kejutan yang tak terduga.

            Terima kasih untuk hikmah diantara kisahmu itu, tetaplah bersahabat dengan baik. Jangan khianati aku dengan kisah tragismu yang biasa menjadi momok masyarakat, karena jalanku masih panjang untuk menempuh berbagai tujuan, dan semoga Allah masih berkenan memberikan masa terindahNya agar aku dapat menganalisamu lebih dalam. Tetaplah berirama sesuai harapan—engkau #jalanan

#iramajalanan

Banyuwangi, 06 Desember 2014

  • view 254