AK(u)SI(apa) DA(la)MA(gama)I(slam) 212

Nur Hikmah Safilarial
Karya Nur Hikmah Safilarial Kategori Renungan
dipublikasikan 01 Desember 2016
AK(u)SI(apa) DA(la)MA(gama)I(slam) 212

Ijinkan saya yang awam dalam segala ini termasuk perihal politik dan agama, untuk mengungkapkan segala yg berkecamuk dalam dada. Menguraikan apa2 yg menghambur tanya dan dilema. Tak pernah sya setertarik ini dengan kejadian2 yg ada. Bagaimana bisa? Bahkan utk segala hal ter update seringkali sya di barisan terakhir mengetahuinya. Hingga keributan akan isu2 aksi damai 411 kemarin mengambil rasa penasaran sya. Tak banyak yang berani sya keluarkan untuk bersuara. Belakangan sya percaya bahwa ucapan tak lekang oleh praduga, maka sya putuskan untuk sekedarnya saja. Berserakan berita yang sengaja ingin saya ketahui atau tidak sengaja nongol di beranda memporak-porandakan opini saya. Kadang menghancurkan kadang pula menumbuhkan keyakinan sya. "Ya Allah tolong tunjukkan bahwa yg benar itu benar dan yg salah itu salah" hanya itu yg mampu sya ucapkan. Sejujurnya setelah melihat video itu beberapa kali sampai pada kalimat yg diperdebatkan, memang ngilu rasanya. Setelah itu sya melihat banyak opini dari sodara2 muslim terutama para alim ulama yang mengutarakan berbagai perasaan. Sya ikuti terus berbagai berita yg berkaitan, sya konsumsi berbagai ulasan yg sya temukan. Dari orang awam seperti sya, orang2 dgn berbagai latar pendidikan, berbagai latar profesi, terutama para pemuka, ahli agama, dan para ulama. Sya mencoba memahami opini pro dan kontranya. Sampai pada hari H dimana malamnya pikiran melayang tak mampu dikendalikan. "Ya Allah tolong tunjukkan bahwa yg benar itu benar dan yg salah itu salah". Hanya itu. Tak sampai sya membayangkan ternyata luar biasa aksi yg terjadi. Sungguh, itu adalah saat2 dimana sya merasa tidak ada jarak antara muslim satu dgn yg lain dan itulah seindah-indahnya pemandangan (terlepas dari apa saja yg terjadi di awal hingga akhirnya). Seketika sya merasa kerdil dan seadanya, barang mengungkapkan apa yg seharusnya sya bela saja sya masih memikirkan bagaimana jika pendapat sya tidak diterima. Sementara mereka tidak menghidupkan selain Allah dan Alquran. Benar2 sulit ditangkap logika. Allah turunkan para malaikatNya. Hati mana yg tidak bergetar menonton sebegitu banyak manusia beradu takbir. Hati mana yang... seperti yg sudah kita lihat bersama. Lalu, makin beredar lah berbagai pender. Ada yang bilang beginilah, begitulah. Media massa pun saling melaju dengan segala kebenaran atau provokasi belaka. Ada yg tersulut hingga saling nyolot. Ada yg sependapat hingga makin erat. Dari kejadian ini Allah tunjukkan lagi mana Islam yg rekat di hati atau hanya ingin menghidupkan persepsi. Yang bikin keki adalah jika ada yg melihat islam dari satu pribadi, bukan melihat pribadi dari bagaimana ia ber islam. Bahwa islam tak pernah ajarkan begini dan begitu. Bahwa islam menyeru pada yg seperti ini dan seperti itu (semoga teman2 memahami maksud sya karna sya tak lincah dlm hal ini maka tak sya tulis dgn detail). Selama belum ada putusan yaa memang benar terutama kita umat muslim tak boleh main salah sendiri. Apa yg terjadi setelah aksi itu? Sedikit banyaknya sya yakin teman2 sudah mengambil benang merahnya. Jadi, tak perlu lagi sya tulis bagaimana presiden kita, aparat negara kita, sodara2 muslim kita, para alim ulama kita, berbagai kalangan lainnya, dan apa yg terjadi di negeri kita, hingga datanglah besok aksi 212 yang akan dilaksanakan. "ya Allah tolong tunjukkan bahwa yg benar itu benar dan yg salah itu salah". Jika tak bisa turun langsung berkontribusi, tolong jangan mencaci. Cukup berdoa. Doakan sodara kita yg niat tulus ikhlas terutama niat yg benar dgn semangat berkobar senantiasa Allah lindungi. Sya pribadi dari kejadian ini jadi sering bertanya pada diri sendiri dimana sya dan siapa sya dalam Islam? Seseorang yg hanya karna terlahir dari rahim wanita muslim saja kah? Seseorang yg hanya belajar A BA TA TSA saja kah? Seseorang yg hanya karna tuntutan keturunan jadi mengenal Allah dan Rosulullah kah? Atau seseorang yg karna semua perantara itu menjadikan Allah satu2 nya yg dipatuhi, Rosulullah satu2 nya yg diteladani, Dan Alquran bukan sekedar bacaan namun termanifestasi dalam tingkah laku dan dihidupkan dalam hati. "ya Allah tolong tunjukkan bahwa yg benar itu benar dan yg salah itu salah". Wallahu'alam. Salam, Gadis jingga di ujung senja~

  • view 191