Ibumu, ibumu, ibumu

Nur Hikmah Safilarial
Karya Nur Hikmah Safilarial Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 15 Mei 2016
Ibumu, ibumu, ibumu

Yang mencintai dan menyayangi bahkan sebelum kita terlahir ke dunia, yang ikhlas berlelah membawa kita kemanapun selama kurang lebih 9 bulan, yang rela tidak tidur semalaman karna kita yg terus2an rewel ketika masih kecil, yang menunggui kita ketika masih awal2 bersekolah, yang tidak pernah benar2 marah meski nasihat nya kita bantah, yang hanya bisa menangis sembari terus mendoakan ketika dewasa kita mulai bisa menyakiti nya baik dari perbuatan maupun kata2 yang di sengaja atau tidak, yang mati2 an menahan rindu ketika kita telah asik dgn keluarga kecil kita sementara kita lupa pada nya yg semakin renta.


Yang hatinya selembut sutra dan kasih sayangnya tidak terkira. Mungkin ini kalimat biasa, tapi tidakkah kita merasa tertampar dengan banyaknya fenomena2 yg mengorbankan seorang ibu? Tidak jarang kita temui di panti2 jompo seorang ibu dibiarkan menikmati masa tua nya dengan kesepian mendalam. Dimana para anak-anak yg padahal dulu ketika masih kecil tidak pernah kehabisan cinta dari ibu nya? Dimana anak-anak yang padahal dulu semua keinginannya selalu diperjuangkan bahkan jika harus mengorbankan kebahagiaan diri ibu sendiri? Ironis, banyaknya anak yg lupa bahwa dulu, untuk menghadirkan kita ke dunia, nyawa mereka bahkan harus menjadi taruhannya.

Tubuh manusia hanya bisa tahan sampai 45 del (unit) rasa sakit, tapi saat seorang ibu melahirkan, tubuhnya merasakan sampai 57 del (unit). Ini semua dengan merasakan ada 20 tulang yang patah di saat yg bersamaan. Bisa dibayangin sakitnya gimana? Ah, saya selalu tiba2 gemetar ketakutan kalo ngebayangin proses melahirkan. Saya, jujur saja. Paling takuut setiap kali ngedenger cerita tentang melahirkan. Sampe sekarang saya masih terus berusaha untuk gak takut berlebihan dgn nonton2 video atau nahanin telinga untuk tetap mendengar setiap ada yang bahas tentang topik ini.
Seorang ibu bisa memelihara 10 orang anak, tapi 10 orang anak belum tentu mampu memelihara seorang ibu. Entah dimana kekuatannya, yang jelas malaikat tak bersayap yang sering kita sapa dengan sebutan ibu, mama, bunda dsb nya ini memang luar biasa. Kata2 paling indah bahkan kalah dengan keindahan hatinya.


Mari berjuang bersama untuk menjadi anak yg sholih dan sholihah untuk mereka. Karna sekeras apapun usaha yg kita lakukan, tidak akan pernah bisa membalas tuntas jasa yg tlah mereka persembahkan sepanjang perjalanan hidup kita.
Semoga setiap ibu di dunia ini selalu diberi kesehatan dan kekuatan dalam mendidik. Kita dikumpulkan lagi dalam syurga Nya.


Dari kami, anak2 yang selalu mencintai dan mengusahakan hal terbaik.

  • view 109

  • Chairunisa Eka 
    Chairunisa Eka 
    1 tahun yang lalu.
    kayak pernah baca di mana ya

    • Lihat 4 Respon