DEAR MY SELF, MAAFKAN AKU YANG DULU

Nur Hikmah Safilarial
Karya Nur Hikmah Safilarial Kategori Inspiratif
dipublikasikan 14 Mei 2016
DEAR MY SELF, MAAFKAN AKU YANG DULU

Kocak! Lagi-lagi dunia media sosial di booming kan dengan trend ala kekinian. “dear mantan, maafkan aku yang dulu” menjadi judul yang tertera dengan sertaan foto seseorang yang menunjukkan perubahan antara masa dulu dan sekarang. Sebelumnya sempat pula merebak foto yang di grid dengan istilah before after. Intinya sama, menarik perhatian di bagian penampilan. Berkaitan dengan aktivitas upload meng upload foto ini, secara logika yaaa no problem. Tapi, sebagaimana rumus aksi-reaksi, apapun itu pasti akan menuai berbagai persepsi. Saya pribadi melihat ini sebagai suatu hal yang tidak terlalu serius, terlepas dari ketidaktahuan saya akan berbagai macam alasan dibalik banyaknya postingan yang bermunculan. Kadang-kadang menjadi hiburan karna melihat perubahan yang terjadi (sumpah ya, dulu alay banget sekarang glowing nya eleh eleh, dulu rembes banget sekarang bak titisan putri kayangan, dulu culun sekarang A, dulu gendut sekarang B, dulu begitu begini begitu sekarang udah aaaak *pingsan) wkwk masa dulunya itu loh yang bikin lucu. Kadang menjadi motivasi untuk terus berubah ke arah lebih baik (ketika melihat yang dulunya berponi macam perahu terbalik sekarang udah manis berjilbab, yang dulunya berbaju ketat sekarang udah rapih menutup aurat, hingga yang dulunya pacaran sekarang udah jomblo*eh) sampe kadang bisa ngerasa gagal paham juga sih apa maksud dibalik itu semua hehe jelaskan! Tolong dijelaskan upload begituan supaya apa mbak mas nya? SUPAYA APA? *maafkebawaperasaan* haha
 
Bukan sosial media kalo launching ala kadarnya. Tidak sampai disitu, postingan serupa dengan ide yang lebih konyol juga tak ingin ketinggalan. Seperti “dear mantan, aku yang dulu, maafkan aku yang sekarang” slogan dibalik foto yang menunjukkan perubahan ke arah lebih menyedihkan haha sampe postingan yang membuat saya ketawa terpingkal-pingkal, yaitu “pengen bikin foto dear mantan maafkan aku yang dulu biar kekinian. Tapi, sayang...aku sudah cakep dari masa ke masa. Mantan aja yang bego” hahaha kesian mantannya dibilangin bego :D hmmm tapi kita gausah bahas ini panjang lebar, kayak rumus mencari luas aja. Apalagi bahas mantan, gausah!hehe this is time untuk mencuri pelajaran. Kalo dilihat dan di pikir2, hampir semua postingan menunjukkan kemajuan dan perubahan ke arah yang lebih baik nggak sih? Saya menjadi teringat akan perjalanan-perjalanan yang dilalui selama ini. Tentang kesalahan yang pernah dilakukan, tentang telinga yang sering pura-pura gak dengar perintah Allah, tentang kaki yang sering melangkah ke tempat yang tidak baik, tentang mulut yang masih sering gak sadar menyakiti orang lain, tentang prasangka yang gabisa diterka, dan tentang semua yang pernah ada diantara kita. Haih *baperlagi*wkwk yah intinya tentang pribadi dahulu kala yang sering menoreh cela. Berarti sekarang udah baik? Yah gak mutlak seperti itu juga sih, yang jelas selalu berusaha untuk gak mengulang kembali. Saya yakin semua pun seperti ini.
 
Lantas, kenapa harus dear mantan? Mungkin ini juga salah satu alasan kenapa Raisa hits dengan single mantan terindah nya. Terlalu banyak yang membuka hati dan lupa kalo setiap yang datang itu pergi, lebih baik pintu ditutup kembali supaya nggak ada yang bebas datang dan pergi lagi. Intinya mantan itu gak pernah indah. *kok emosi? kayak pernah punya mantan aja mba*eh haha oh iya, saking semangatnya sampe lupa kalo nggak pernah koleksi mantan. Ah udah ye gausah diperjelas wkwk lebih baik mulai sekarang lupakan mantan-mantan itu dan terus fokus memperbaiki diri lalu katakan “dear my self, maafkan aku yang dulu”. Selamat berjuang!

  • view 101