Menulis

Nur Fitriyani
Karya Nur Fitriyani Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 02 Februari 2016
Menulis

Saya pikir kegiatan tersebut adalah kegiatan paling super yang pernah saya lakukan. Kenapa? Karena ngga banyak orang yang bisa menulis. Eits! Menulis disini konteksnya bukan dalam hal menyalin catatan orang, atau menulis materi di papan tulis ke buku catatan, atau menulis materi yang didiktekan. Bukan tentang itu. Tapi menulis disini adalah tentang menuangkan perasaan dalam bentuk tulisan. Oke, mengarang lah kalau bahasa kerennya mah. Kegiatan tersebut super sekali. Karena dalam menulis, kita -khususnya saya-, harus bisa melawan rasa malas. Iya, malas. Malas untuk berkarya. Terkadang kita suka kehilangan kata-kata saat menulis. Baru satu atau dua paragraf, semangat menggebu-gebu yang dirasakan di awal pas nulis satu kata, itu ngilang gitu aja pas udah nyampe dua paragraf atau paling banyak tiga paragraf. Beneran lho itu saya rasakan! Dan hal itu yang membuat kita malas untuk menulis. Tulisan itu bukan rumput yang bisa tumbuh sendiri tanpa harus disiram. Tapi, tulisan itu ya tulisan. Kalau mau cerita ditulisan itu maju, ya harus ditulis. Natap laptop ataupun kertas selama 40 hari 40 malam pun tetap ngga akan merubah apapun. Tulisan ngga maju dengan sendirinya. Harus ada yang nulis.

Dulu, saya sering mengikuti sebuah acara pembinaan yang diselenggarakan oleh LazisMu Garut. Sumpah, kegiatan disana keren banget. Saya bertemu dengan banyak orang yang -menurut saya sudah- keren. Aa-aa dan teteh-teteh kece, yang sukses di perkuliahannya dan juga bisnisnya. Saya pernah bertanya tentang kepenulisan kepada kepada salah satu orang keren disana. Oke, namanya A Ginan, beliau menjawab, "Menulis itu seperti mengeluarkan jin dari dalam botol. Kalian harus bisa membuka penyumbat botolnya terlebih dahulu, barulah jinnya akan keluar. Nah, kebanyakan orang malas menulis itu ketika penyumbat botolnya belum terbuka. Cara buat ngebuka penyumbat itu, ya dengan banyak latihan. Latihan menulis tentunya. Karena pada saat kalian udah banyak latihan, penyumbat botol itu bakal kebuka dengan sendirinya, maka kalian akan bisa menulis apapun". -Oke, kalimat terakhir saya tambah-tambahin,hhehe-. Setelah mendengar itu, spontan kayak ada lampu neon 250 watt yang menyala dikepala saya. Terang sekali kepala saya waktu itu, terlebih soal menulis. Yang saya tangkap dari jawaban A Ginan barusan, bahwa untuk menghasilkan sebuah tulisan -yang keren nan kece-, cuma satu hal yang harus dilakukan. Latihan. Latihan. Latihan. Dan terus latihan. Kamu bakal terbiasa untuk menulis jika kamu terus menulis.

Menulis sebenernya ngga sulit kok, tapi juga ngga gampang. Tergantung seberapa intensnya kita menulis. Jadi mulai sekarang, ayo perangilah rasa malas, buka penyumbat botolnya, dan menulislah. Mari ekspresikan diri kita lewat tulisan yang bermanfaat=))

  • view 115