Surat untuk ibu...

Nur Fitria R
Karya Nur Fitria R Kategori Lainnya
dipublikasikan 17 Oktober 2017
Surat untuk ibu...

Surat untuk ibu

 

Bu, bukan aku bukan bermaksud durhaka terhadapmu. Bukan aku tak mau merawat ataupun menjagamu. Aku hanya ingin merasakan yg seperti mereka rasakan. 

Bebas melakukan apa yg mereka suka. 

 

Bu, aku tau rasanya harus manggul batang padi dari sawah sampai ke rumah. Aku tau rasanya gimana membersihkan kotoran sapi dan kambing. Dan itu pernah ku lakukan setiap sore hari. Sejak bapak tidak bisa melakukan hal itu. Aku tau gimana lelahnya memecah kedelai hingga bersih kulit arinya dengan cara manual. Aku tau rasanya gimana harus membuat toge. Karena aku pernah melakukan semua itu ketika kakak-kakakku bekerja untuk keluarganya. 

Aku tau bagaimana rasanya ketika pagi harus antar jemput ibu dan harus gendong keponakan yg masih batita. Lalu mengurusnya sendiri di rumah. Memasak, bersih-bersih dan melakukan proses awal membuat tempe. Dan ketika siang menjelang, aku harus bersiap-siap kuliah. 

 

Bu, aku tau gimana rasanya mengurus bayi umur 1 bulan - 3 tahun. Aku tau lelahnya. Aku tau gimana rasanya ketika malam harus terbangun karena dia menangis minta susu atau sekedar ngompol. Dan itu 3 tahun sudah aku lakukan.

 

Bu, kali ini ijinkan anakmu ini memilih jalannya sendiri. Biarkan anakmu bekerja sendiri, makan dengan hasil jerih payahnya. Tidak lagi menyusahkanmu. Tidak lagi minta uang kepadamu meski hanya membeli nasi bungkus. 

 

Tak ada kebohongan dari semua yg kutulis Bu. Itu ungkapan hati anakmu.

Meski katamu kasih sayang yg kau berikan untuk ketiga anakmu sama, namun aku yang merasakan berbeda. Namun aku tak pernah berani mengatakan kalau harus diberi porsi yg sama dengan yg kedua. Aku tau dia kesayanganmu, paling kebangganmu. Minta apa selalu kau turuti, kau beri. Sementara aku, aku harus menahan setiap inginku hingga aku bisa sendiri. Mungkin aku ini lebih kuat dibanding mereka. Mungkin aku lebih bisa dibanding mereka. Dan mungkin aku lebih hebat dibanding mereka. 

 

Bu, sekalipun ku belum bisa membuatmu bahagia. Namun aku tak akan pura2 membahagiakanmu. Aku tak akan pura2 ada jika sebenarnya tidak ada. Aku akan memberimu dengan usahaku sendiri, bukan dengan cara meminjam. Aku tak akan seperti itu. Aku akan membiayai pernikahanku sendiri. Aku tak akan menyusahkan ibu untuk pinjam kesana kesini. Aku akan mengumpulkan sendiri. 

 

Bu, sehat terus ya. Adek titip bapak dan keponakan yg paling cantik. Peluk cium dari adek buat bapak ibuk dan keponakan ya. 

 

Meski komunikasi kita tidak setiap hari, aku selalu mendoakan bapak ibu setiap hari.

 

Salam,

Anak bungsu kalian

  • view 27