Peace Train Indonesia 4 Dihelat

Ahmad Nurcholish
Karya Ahmad Nurcholish Kategori Inspiratif
dipublikasikan 20 Maret 2018
Peace Train Indonesia 4 Dihelat

Setelah sukses menghelat Peace Train Indonesia 1 Jakarta – Semarang pada 15 – 17 September 2017; Peace Train Indonesia 2 Jakarta – Surabaya pada 3 – 5 November 201; dan Peace Train Indonesia 3 Jakarta – Yogyakarta pada 26 – 28 Januari 2018,  kami kembali menggelar program serupa, Peace Train Indonesia 4 Jakarta – Bandung pada 23 – 25 Maret 2018. Kali ini diikuti oleh 35 peserta dari berbagai agama yang berasal dari Medan, Manado, Jabodetabek, Bandung, Madura, dan Papua Ke-35 peserta tersebut ditemani oleh 3 orang fasilitator, yakni Anik HT, Frangky Tampubolon, Ahmad Nurcholish,   yang merupakan penggagas dari program ini. Ketiganya dibantu oleh Stefie, Mia Aulia dan Ella Persi yang merupakan alumni Peace Train Indonesia 1, 2 dan 3.

 Peace Train Indonesia adalah program traveling lintas agama dengan menggunakan kereta api, menuju ke satu kota yang telah ditentukan. Kali ini tujuannya adalah Bandung dan Cimahi, Jawa Barat. Di kota-kota ini peserta akan mengunjungi komunitas agama-agama, komunitas penggerak perdamaian, rumah-rumah ibadah, dan tokoh-tokoh yang dianggap sebagai actor penting toleransi dan perdamaian antar agama. Mereka juga akan berproses untuk saling belajar, berbagi cerita, berdialog, bekerjasama, mengelola perbedaan, berkampanye, dan menuliskan pengalaman perjumpaan dalam semangat kebersamaan dan persaudaraan.

“Ada dua target penting dari Peace Train Indonesia 4 ini. Pertama, kampanye menangkal ujaran kebencian dan informasi bohong (hoax),” ujar Pdt. Frangky Tampubolon, salah satu penggagas Peace Train Indonesia. menurut ketua Forum Bhinneka Nusantara ini, Intelijen dunia digital pemerintah merilis setiap hari terdapat sekitar 44,33% pergerakan penyebaran berita hoax. “Kedua, kaderisasi massif bagi kelompok pemuda milenial untuk menjadi inisiator dan penggerak toleransi dan perdamaian,” imbuh rohaniawan muda Protestan ini.

“Peace Train Indonesia ini kami dedekasikan bagi para pemuda dari berbagai agama untuk, pertama,  saling kenal, berinteraksi dan berbagi pengalaman sembari belajar bagaimana berperan serta dalam membangun perdamaian di Tanah Air. Kedua, mempertemukan jaringan komunitas lintasagama dan penggiat kebinekaan dan perdamaian di Jawa Barat agar lebih kuat dan strategis dalam menumbuhkan nilai dan sikap toleransi serta membangun perdamaian,”imbuh Ahmad Nurcholish, Koordinator Studi Agama dan Perdamaian Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP).

Oleh sebab itu, dalam pelaksanaan program ini selain lembaga-lembaga penggagas Peace Train Indonesia, seperti Forum Bhinneka Nusantara, Sekolah Damai Indonesia (Sekodi), Demokrasi.id, dan ICRP, juga menggandeng lembaga-lembaga jaringan dan rumah ibadah di Bandung dan Cimahi Jawa Barat, antara lain: Yayasan Bhinneka Nusantara, Vihara Stya Budhi, Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI), Gereja St. Mikael, Pura Agung Wira Loka Natha, Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) Astana Anyar, Sunda Wiwitan Cirendeu, dan Pakuan Bandung.

 “Kegiatan seperti ini harus dilakukan sesering mungkin di seluruh Indonesia. rasa keberagaman sebaiknya ditylarkan terus menerus di masyarakat. sekarang tantangannya bagaimana semua orang tertarik dan bisa mengakses kegiatan-kegiatan serupa dengan mudah agar tidak lupa dengan keindonesiaannya, “ tutur Lioni Beatrik Tobing, direktur Sekodi, Bandung.

 Program ini memang diorientasikan untuk menjadi program regular  - yang rencananya akan dihelat setiap dua bulan dengan tujuan kota yang berbeda-beda – agar dapat mengeksplorasi sebanyak mungkin kota di Indonesia yang bisa dijangkau melalui moda kereta api, dan melibatkan sebanyak mungkin komunitas muda lintas agama. Program ini juga merupakan bagian dari program nasional kami bertajuk “Narasi Damai Nusantara” yang digagas oleh ICRP, Wahid Foundation, dan Grup Kompas Gramedia.

Acara pelepasan Peace Train Indonesia 4 akan dibuka pada Jumat,   23 Maret 2018, Pukul :  20 – 22.30 WIB. bertempat di  VIP Room Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, dengan agenda Pembukaan dan pelepasan peserta.

Acara akan dihadiri oleh sejumlah tokoh agama dari berbagai agama, seperti Romo Hariyanto (Rohaniawan Katolik), Uung Sendana (Ketua Umum Matakin), M. Mukhlisin (Kepala Sekolah Guru Kebinekan Yay. Cahaya Guru), dan Pdt. Sylvana Ranty (Kantor Staff Presiden RI). Hadir pula Abdiel Fortunatus Tanias, Ketua Departemen Remaja Pemuda Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Lily Huang (Ketua Kafkaf Foundation), dan para alumni Peace Train Indonesia 1 - 3. [ ] AN

  • view 212