Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Cerpen 13 Mei 2018   06:32 WIB
Ingatanku

INGATANKU

PART I

Aku berusia 18 tahun ketika pertama kali menapakkan kaki ku di sini, iya disini kali pertamanya aku menemukan cinta pertamaku. Dan inilah kisahku.

Aku anak kedua dari tiga bersaudara. Hidupku yang sangat berkecukupan membuatku tak begitu sulit hingga melanjutkan sekolah ke luar negeri. Dan ini adalah minggu kedua aku tinggal di Eropa, lebih tepatnya di Jerman.

Di Jerman aku tinggal di dekat kampus. Sehingga aku tidak terlalu kesulitan. Hari pertamaku disini kurasa begitu merepotkan. Aku harus bolak-balik mengurus dokumen dll. Tentu saja dibantu temanku Aisyah yang kebetulan dia adalah kakak kelasku waktu SMA dulu dan sekarang kami sekampus.

Pagi itu seperti biasa aku datang ke kampus. Menurutku kuliah di Jerman tidak begitu menakjubkan seperti yang dipikirkan orang-orang di negaraku. Aku bahkan kesulitan bergaul dengan orang sana. Mereka begitu pilih-pilih. Ada juga beberapa yang ramah. Aku pun mempunyai satu teman yang kurasa dia sangat baik. Dia menyapaku dan kami akrab sampai sekarang.

Di Jerman aku kuliah di jurusan yang terbilang favorit, yaitu Hukum. Aku akui kuliah di Jerman sangat sulit. Walaupun aku sudah banyak belajar Bahasa Jerman, tetap saja sepertinya aku harus lebih banyak belajar lagi.

Malam harinya aku diajak keluar oleh kak Aisyah berhubung malam itu adalah weekend.

"Dek, ayo udah siap belum?"
"Iya kak, tinggal pakai kerudung"

Malam itu kami jalan-jalan melihat jalanan kota yang tak bisa dibilang sepi. 2 minggu disini aku rasa aku sudah betah. Tidak banyak yang kutahu tapi semuanya baik-baik saja sampai sekarang.
 
Disaat jalan-jalan hpku bergetar.
"Drrrt"
Aku langsung mengecek tas ku dan ternyata itu adalah WA dari Mamah.
"Lagi apa sayang?"
"Ini mah lagi jalan-jalan sama kak Aisyah"
"Ya udah hati-hati, udah makan?"
"Udah ma tadi di apartemen"
"Ya udah salam buat Aisyah ya.. jaga diri baik-baik"
"Siap boss :D"

Setelah itu aku bilang ke kak Aisyah kalo mamah menghubungiku.

"Kak, baru..."
Tidak ada siapa-siapa. Dimana kak Aisyah.
"Kak.." aku berulang kali memanggil nama kak Aisyah dan nihil kak Aisyah udah pergi.
Ketika aku akan menghubunginya hp ku mati.

"Astagfirullah, lupa nge-charge lagi"
Umpatku

Waktu itu aku bingung. Aku harus pergi kemana. Ya aku lupa jalan pulang. Walaupun aku sudah 2 minggu disana aku belum pernah keluar sampai sejauh ini. Apalagi ini malam.

Aku menangis di sebuah bangku berharap ada seseorang yang bisa membantuku.

"Ya Allah apa yang harus kulakukan" T_T

"Hei.. was machst du hier?"

Aku dikagetkan oleh suara seseorang. Aku mendongakkan kepalaku. Kulihat dia sepertinya bukan orang jerman. Langsung kujawab.

"Ich.. ich.." entah karena takut atau gerogi aku tidak bisa menjawabnya.

"Kamu dari Indo?"
 "Ha.. kamu bisa bahasa Indo?"
"Yup.. aku asli sana.."
"..." aku menunduk lagi, takut kepada orang asing yang baru kutemui. Aku tidak boleh begitu percaya pada orang yang baru saja kutemui.

"Kamu ada masalah?"
Aku mengangguk
"Tersesat?"
Aku mengangguk lagi
"Lupa arah pulang?"
Kali ini aku mengangguk dan menangis entah kenapa
"Ahahahaaaaa.. haha"

Huhuhu
"Eh haha.. jangan nangis.. aku tahu daerah ini aku udah setahun disini. Jadi kamu tinggal didaerah mana. Biar kuantar?"
Aku menggeleng
"Aku tahu kamu takut pada orang asing, apalagi jelek kaya aku haha.. tapi tenang saja niatku baik kok"
Aku mendongak. Kulihat wajahnya dibawah lampu jalanan yang agak terang kulihat ia tulus dan... tampan.

"Ehhm.. kenapa ngeliatinnya kaya gitu. Haha ya udah kalau ngga mau aku tinggal ya"

"Eh tunggu aku mau" kataku malu

"Haha ya udah ayo"

Bersambung ke Part II

Karya : Nur Aini