Singgahlah bila kau lelah

Nugroho Tri Wibowo
Karya Nugroho Tri Wibowo Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 16 April 2016
Singgahlah bila kau lelah

"Nu, serius banget merhatiin hujannya" Suara Desi menyadarkanku dari lamunanku terhadap hujan.

"Nih coklat panas, kamu yang manis aku yang pait" imbuhnya sambil menjulurkan gelas berwarna cream berisikan coklat panas buatannya.

"Makasih Des, Ko coklat punya kamu pait ?"  Jawabku lirih dengan tatapan lembut.

"Aku lagi suka pait Nu, ya ini menggambarkan hidupku sekarang, pait ! Kaya coklat ini" Jawab dia dengan tegas sembari mengambil majalah di rak buku di bawah meja.

"Masih mikirin cowo kemaren ?" 

"Iya, aku cape merjuangin dia, tapi dia sama sekali gaada perjuangan buat aku, cape Nu cape banget" curahan singkat dia dengan ekspresi muka lesu seperti kekecewaan tergambar jelas di wajahnya.

"Udah Des, kamu itu gapantes buat dia, dia itu bukan buat kamu" tegasku sambil menatap Desi tajam. "Gaada cinta yang murni kalo cuma satu orang yang perjuangin, gabakal ada cinta sejati kalo cuma satu orang yang berjuang" imbuhku manis.

Senyum Desi terlihat manis kepadaku, hanya itu sebuah senyuman, seolah senyum itu tanda dia mulai yakin akan ada cinta yang lebih baik.

"Hujannya deres ya Nu, nyaman banget suasana kaya gini"  kata Desi sambil meneguk coklat panas dicangkir yang dia genggam. 

Semangat dan senyumnya yang selalu membuatku kagum terhadapnya. Sudah lama aku menyembunyikan rasa ini untuknya, tapi aku sadar waktu itu dia sedang berjuang untuk seseorang, seseorang yang sudah membuat hatinya hancur saat ini. 

"Kamu suka hujan ?" tanyaku sambil memperhatikan hujan yang turun.

"Suka, suka banget, entah saat kapan aku mulai suka hujan, setiap hujan aku pengen banget nari-nari bebas, lari-lari, teriak kenceng dibawah air hujan" jawab dia dengan memejamkan mata dan senyum lebar dibibirnya.

"Yaudah kalo gitu kamu tutup mata" jawabku semangat.

"Tutup mata emang mau ngapain Nu ?"

"Udah tutup mata aja" 

"Iya ini aku tutup mata" suara dia lembut sambil memejamkan mata.

"Sekarang kamu berdiri, terus ikutin aku" ucapanku sembari menutup mata Desi dengan kedua tangan, dan berjalan berlahan menuju halaman rumah. 

"Nu ini kita di luar ? Kan lagi hujan" Suara Desi berbaur dengan suara hujan yang deras. 

"Nu ko basah, kita mandi hujan ?" imbuhnya dengan suara lebih kencang.

"Sekarang kamu buka matamu, terus rasain hujan ini Des"  teriaku sambil menggenggam tangan Desi dengan erat.

"Yuhuu, akhirnya aku bisa mandi hujan, aku seneng banget Nu" sambil merentangkan tangannya sembari berputar-putar menari bebas.

Entah saat kapan aku terakhir melihat dia sebahagia ini. Dan saat ini kebahagiaannya juga kebahagiaan yang aku rasakan.

"Des, kalo kamu lelah aku selalu ada buat kamu, aku sayang sama kamu, singgahlah dibahuku walaupun hanya untuk menuangkan air matamu" bisiku pelan kepada Desi.

"Makasih ya Nu, aku bisa bahagia sama kamu" jawab Desi berbisik kepadaku.

Des, semoga kamu selalu bahagia. Entah saat ini esok atau selamanya, aku hanya ingin melihatmu bahagia, sekecil apapun Kebahagiaanmu.

Singgahlah bila kau lelah. 

 

Cikarang, 16 April 2016. Singgahlah bila kau lelah

  • view 204