Romantis yang sederhana

Nugroho Tri Wibowo
Karya Nugroho Tri Wibowo Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 15 April 2016
Romantis yang sederhana

Hari ini saat matahari terbit hangatnya masih enggan menampakan sinarnya.

Aku duduk disofa tepat disebelah jendela rumah sambil menatap rintik hujan yang turun menggenggam segelas cangkir kopi hitam panas, sebenarnya saya tidak melulu suka kopi hitam.

Pandanganku beralih ke sebuah surat beramplop biru dengan pita merah yang lucu bertuliskan 'Dari Akumu - Jangan dibuka sampai kamu benar adanya menggenggam secangkir kopi saat hijan turun' Ya sesuai pesanmu aku baru membuka Surat yang kamu kirim via pos 3 hari yang lalu.

         "Dear kamu dari Aku"

     "Pria bermulut manis, senyummu tersisa disetiap bulir jejek hujan dikaca kamar. Dengan menatapnya nanar, kau yang jauh terasa dekat benar.

Oh ya, apa kamu tahu hujan pagi ini menggerutu ? Ia lelah dengan nada sendu, itulah mengapa aku menghubungimu, sebab adanya kamu rintiknya merdu.

Jika senyumku sedemikian manis seperti yang kau bilang manis didepanku waktu itu. Kupersilahkan kau menuangkan kedalam kopi panasmu, agar sosokku ada di jendelamu, sekaligus memberi hangat untukmu.

Kita tidak benar-benar tahu harus menunggu atau pergi, yang kita tahu hanya menjalaninnya dan sesekali berharap.

Untuk kamuku jangan pernah berputus asa jika menghadapi kesulitan, karena disetiap tetes air hujan yang jernih berasal dari awan yang gelap."

  Sepenggal surat darimu memberiku banyak arti, terimakasih romantis yang sederhanamu.

Sembari menyeruput kopi hitamku, Saat hujan apa kabarmu ?

 

 

 

Cikarang, 15 April 2016. Romantis yang Sederhana.