April to you

Nugroho Tri Wibowo
Karya Nugroho Tri Wibowo Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 06 April 2016
April to you

"Kemesraan ini janganlah cepat berlalu, kemesraan ini ingin kukenang selalu, Hatiku damai, jiwaku tentram disampingmu"

Lantunan merdu yang indah dari pengamen tua dengan gitar butut yang ia gendong itupun membuka percakapan antara kita yang sedari tadi hanya diam menikmati suara ombak yang berbaur dengan suara burung di pesisir pantai pasir putih yang sangan indah.

?

"Nu, kamu apakabaar ?" tanya ayu pelan. Pandangan dia masih enggan untuk menatap mataku, tangan imutnya yang hanya memainkan pasir dari pertama kali ia datang 1 jam 15 menit yang lalu.?

"Jauh lebih baik saat kamu mau nyempetin dateng buat ketemu aku disini yu" sama seperti ayu, sayapun hanya memandang jauh ketengah samudra dengan pandangan kosong, bermain pasir.

Entah kenapa 1 jam 15 menit ini kita lewatkan tanpa satu katapun terucap.

Ya, kita bertemu terakhir 2 tahun yang lalu selepas wisuda. Kita menjalin hubungan hampir 5 tahun lamanya. Entah karena apa tanpa memberikan 1 pun alasan dia pergi meninggalkanku.

?

"Ibu kamu apakabar ?" ?pertanyaan yang lebih baik dari pertanyaan pertama menurutku. Ayu dengan ibuku memang sangat dekat, kedekatan mereka yang selalu aku rindukan selama 2 tahun ini, canda tawa sedih yang selalu ayu lakukan bersama ibuku setiap kali ayu bertemu dengan ibuku.

"Alhamdulilllah dia lebih sehat dari aku. Kamu apa kabar ?" tanyaku sambil menatap rambut ayu yang panjang terurai menutupi punggung.

"Kamu bisa liat sendiri nu, aku baik apa adanya" dia menatapku ramah seolah menegaskan kalo dia benar baik apa adanya.

"2 tahun lalu kamu pergi meninggalkanku tanpa alasan, kamu kemana ?" pertanyaan itupun terucap, yang setiap hari selalu saya ingin tanyakan jika bertemu ayu.

Ayu hanya tersenyum menatapku "2 tahun ini kamu udah jadi apa ?"?

"2 tahun ini aku hancur yu, gimana mau maju, hatikupun males aku beresin, kamu tanpa pamit tanpa sapa pergi ninggalin gitu aja, kaya ninggalin sampah di tengah jalan yang rame, 2 tahun kamu apakabar ?" nadaku sedikit meninggi, seolah pemikiranku selama 2 tahun terucapkan.

"Kamu bisa liat sekarang, 2 tahun ini aku mengejar karirku, aku sekolah, kerja setiap hari agar hidupku bisa kaya sekarang, sukses" jawab ayu juga dengan nada tinggi.

Ayu langsung memeluku dengan erat.

"Nu harusnya kamu bisa jauh lebih sukses hari ini, aku ninggalin kamu biar kamu bisa fokus kerja, cari uang yang layak, biar bisa sukses, bukan malah kamu ancurin hidup kamu gini" suara ayu terdengar jelas bergetar di telingaku, pelukannya semakin mengerat.

"Seharusnya kamu maju, berpikir positive, aku pergi ninggalin kamu bukan berarti aku benar benar pergi ninggalin kamu, aku ninggalin semangat di dalam diri kamu., aku masih tetep sayang sama kamu" perkataan ayu seketika membuatku mengerti akan artinya perpisahan.

Walaupun dia pergi, tanpa memberikan salam perpisahan, tapi sampai saat ini saya maasih sangat menyayanginya. ?Entah karena apa.

?

Bukankah suatu perpisahan tidak semuanya buruk, selalu ada 1 tempat dimana, ?semangat, kebahagiaan, ketulusan berada ditempat yang sama?

Perpisahan seharusnya menjadikan kita agar jauh lebih baik esok hari, lusa, dan seterusnya. Bukan malah menjadikan cambuk untuk melukai diri kita sendiri, menjadikan batu yang bisa membuat kita tersandung jatuh lalu berdarah.

Selalu ada posisi terbaik disetiap perpisahan.

?

Cikarang, 6 april 2016. ( April to you )

Sedikit kata agar kita bisa menanggapi perpisahan tanpa harus ada kata keterpurukan.

Untuk saya yang besok Ulang tahun, ?dan untuk seorang wanita yang dimaksud lusa berulang tahun dan sebentar lagi akan menikah.?