Memulai lagi dari awal

Nunik Fatmawati
Karya Nunik Fatmawati Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 24 Januari 2016
Memulai lagi dari awal

Kau ingin memulai lagi dari awal katamu, saat ketika belum saling mengenal, hingga akhirnya kau dipertemukan dan inginmu membangun segalanya dari awal, rasa percaya, kesetiaan, kekeluargaan, komitmen, keterbukaan, saling menghargai, menyayangi dan mendukung. Mengalah demi sesuatu yang lebih berarti dari sekedar memuaskan egoisme diri. Berlapang dada untuk meminta maaf atas segala salah dan khilaf. Dan kau tahu pasti sekarang, diam bukanlah cara yang benar, walaupun terkadang diam bisa sangat membantu, tapi percayalah tak ada yang bisa diselesaikan hanya dengan diam, utarakan, sampaikan agar tak ada prasangka, agar tak ada yang mengganjal dan agar tak ada yang menjadi batu sandungan ketika suatu saat kau akan melangkah. Sudahlah tak ada yang perlu disesali, tak akan berubah apa-apa yang telah terjadi, jadikan saja sebagai pembelajaran, hingga kau temukan sahabat dan ?keluarga? yang sesungguhnya. Bukankah setiap orang memiliki masa lalu, tak perlulah menyalahkan dan menyesali masa lalu, tak ada gunanya, kau tak akan menemuinya lagi walaupun tujuannya untuk memperbaiki, percuma saja, masa lalu sudah tidak terjangkau, dia jauh, jauuuuuuhhh sekali, sampai-sampai belum ada alat transportasi apapun yang bisa mencapainya, sudahlah lupakan.

Kau ingin memulai lagi dari awal katamu, dengan tulus membantu sesama, memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan yang ada, bersyukur atas lembaran baru yang masih diberikanNya untuk kau tulis dengan ceritamu. Bersikap lembut terhadap sesama. Bersabar demi sesuatu yang mungkin sekarang abstrak namun yang jelas ia pasti. Tidak terlena akan sesuatu yang indah namun semu. Berjuanglah, demi mewujudkan yang tiada menjadi ada. Kalahkan, kalahkan pikiran-pikiran yang tidak sejalan dengan tujuanmu. Buktikan bahwa kau mampu, mampu menjadi lebih baik. Lihatlah, orang-orang disekitarmu percaya bahwa kau mampu, hanya kau saja yang tidak yakin akan dirimu. Dan yakinlah, bahwa mereka tidak seperti apa yang ada dalam pikiranmu. Mereka semua baik, kau saja yang tak ingin terbuka, tak mengijinkan mereka masuk dalam hidupmu. Sekali-sekali cobalah. Kau tak akan bisa hidup sendiri terus, walaupun kau bisa melakukan semuanya sendiri, suatu saat kau akan membutuhkannya karena kau makhluk sosial. Itu tak bisa dipungkiri.

Kau ingin memulai lagi dari awal katamu, bermanfaat bagi sesama, menjadi sebaik-baik manusia yang bisa kau lakukan, dengan ikhlas. Tak ada yang salah dengan ingin menjadi baik, semua orang ingin seperti itu. Tak perlu menunda untuk memulainya, lakukan saja, kapan saja, dimana saja. Tak usah peduli dengan yang orang lain pikirkan, karena yang terpenting adalah menjadi baik dihadapanNya. Menjadi baik itu tidak susah, cukup buat orang lain tersenyum atau kalau tidak bisa, jaga lisan dan sikapmu agar tidak menyakiti mereka, itu saja kuncinya. Dan satu lagi hancurkan benteng itu agar siapapun bisa merasakan kebaikanmu. Karena tak ada yang perlu ditakuti selain Dia. Khawatir boleh tapi jangan takut, bedakan dua hal itu, dua hal itu berbeda, jangan samakan. Dan, tahukah kau bahwa kesalahan itu ada menunjukkan bahwa kita manusia, tidak sempurna.

Kau ingin memulai lagi dari awal katamu, dan aku hanya bisa bilang LAKUKAN saja, karena tidak ada sesuatu yang terlambat untuk sesuatu yang baik. Yang ada hanyalah mau memulai atau tidak. Do it or Not, you decide it :)

new (n_n)

  • view 225