Binar yang sirna

Nur Aini
Karya Nur Aini Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 05 September 2016
Binar yang sirna

Banyak menghabiskan waktu di jalan memang mebuat kita lebih tau dan lebih mengerti. Beberapa waktu lalu, sehabis pulang kuliah saya mampir di salah satu kedai makanan.  Selagi menunggu, beberapa pengunjung lain pun berdatangan. Saat itu ada sepasang suami beserta bayi mereka yang berada dalam gendongan datang dan menempati tempat duduk di depan saya. Entah mengapa mereka begitu menarik perhatian saya. Sangistri terlihat begitu lelah saat membenahi kain gendongan bayinya. Sedangkan suaminya terlihat lebih bersemangat. Ketika pelayan datang untuk. Menyakan pesanan mereka, sebelum memesan pesanan untuk dirinya sendiri, si suami bertanya kepada istrinya 'mau apa? '. Tapi istrinya hanya menjawab 'terserah' dengan wajah yang kesal. Saat itu saya merasa aneh. Apa yang salah dengan suaminya. Dia menatap istrinya dengan penuh rasa sayang yang terlihat di matanya, tapi si istri menatapnya datar,  bahkan kesal. Dimana binar yang dulu mungkin ada di matanya saat dia memilih laki-laki itu sebagai suaminya? Apa waktu yang menbuatnya sirna? Mungkin benar kata orang, menggenggam apa yang kita punya lebih sulit dari mencarinya. 

  • view 127