Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 16 Juli 2018   16:26 WIB
Sudah Cukup

Sudahkah lukamu kering?

Oh, bahkan air mataku saja masih terbendung di hitamnya kantung mataku

Sibuk meminta diri berhenti untuk tidak lagi berpikir mundur; memikirkan kita

Terjaga sepanjang malam yang telah kita tinggalkan; sendiri sendiri

Barangkali memang masih basah luka kita Hingga tambahan cairan apapun diatasnya terasa sungguh memerihkan

Cairan itu, bisa jadi seperti aliran senyummu misalnya

Melihatnya seperti menguik luka yang ada, tambah berdarah

Luka itu, bernama perpisahan

Entah siapa yang dulu menamainya, sudah jelas aku atau kau

Waktu kita memang hanya sedikit, aku dan kamu menggunakannya untuk menyalahi takdir

Menyesal? Kupikir, tidak ada yang salah dengan perasaan

Yang salah hanya kita yang terlalu memaksa waktu berjalan lebih cepat; waktu yang tidak tepat

 

Aku melihatmu setangguh itu, hingga tanpa kau sadari ketangguhanmu justru melukaiku

Aku melihatmu sedikitpun tanpa luka; hingga aku terseret dalam pertanyaan; mungkinkah hanya aku yang terluka?

Aku melihatmu setenang itu; hingga aku berpikir bahwa ketenangan itu belum menjadi rumah tinggalku

 

Pada bunyi hujan di atap rumahmu, mentari yang menyelip dari sela-sela jendela kacamu, atau mungkin pada bayanganmu sendiri, aku berharap masih kau lihat aku

Walaupun aku dan kau sama percaya bahwa waktu mampu menghapus itu semua; lambat atau cepat

Ahh, benarkah luka harus terbayar dengan tangisan semalam?

Nyatanya tidak denganku, butuh bermalam-malam untuk kembali sadar bahwa aku sedang tidak baik

Silakan kau tentukan sendiri, dengan apa harus membayar luka

Aku tahu kau paling tangguh diantara kita

 

Aku sedang tersenyum sekarang Memutar lagi playlist kesukaan kita,

Kita sama, penyuka lagu sedih

Tanpa sadar kita pun seperti lagu sedih

Sadar diri menyedihkan, namun tetap menikmati kesedihan; lucu

Bagiku, pertanyaanmu “mengapa secepat ini?” membuatku kesal kepadamu

Kau bilang cepat?

Hematku, kita cukup bodoh untuk berlama-lama membiarkan perasaan ini tumbuh untuk membunuh jiwa kita; masing-masing

Ah yaa, kopi kita sampai dingin..

Mungkin akan sama dinginnya dengan kita setelah ini

Entahlah, yang kuyakini kita butuh dingin agar bisa merasakan hangat

Butuh sakit agar bisa merasakan sehat

Butuh spasi untuk bisa membaca kalimat dengan baik

Butuh kita yang berjauhan, untuk bisa saling memperjuangkan

 

Banyak yang ingin kusampaikan, namun hanya tertahan di pikiran

Dan kurasa, beberapa hal tidak perlu saling kita utarakan

Carilah aku di setiap kesibukanmu, carilah aku di setiap keinginanmu untuk menjelajah semua hal, semua ambisi, carilah aku di setiap sujud-sujud panjang di mana sajadahmu terbentangkan,

Carilah aku di setiap keheningan dan keramaian yang kau rasakan

Tapi sebenarnya, kau tidak perlu lagi mencariku apabila benar kau simpan aku di hatimu

Karya : Nun