Di bawah Angsana

Nun
Karya Nun  Kategori Puisi
dipublikasikan 12 Desember 2016
Di bawah Angsana

Membenamkanmu, dalam diam yang semoga segera menemui ujungnya

Menghapuskanmu, membuat mendungku bergerak menjadi hujan menujumu

Menyimpanmu, sebenarnya atas keraguan untuk membuangmu jauh-jauh

Hampir setengah dasawarsa penantian,

Dan penantianku seperti tanpa perbatasan,

Tahukah Kau, barangkali kita adalah serakan-serakan kerikil diantara sendal-sendal jepit di surau kala itu

Mungkin juga kita adalah bau-bau petrichor di bawah tempias hujan senja yang lalu

Atau sesak-sesak nafas di tengah kepulan asap rokok di dalam kopaja siang dulu

Atau mungkin kode-kode biner pada twit-twitmu,

Atau kita adalah “aku cinta kamu” yang hanya pura-pura, di kelas yang gempita oleh kedatanganmu setelah sandiwara lima menit buatan teman-temanmu

Kita adalah pertemuan kebetulan-kebetulan itu

 

Jika benar begitu, aku sungguh sedih mengingatnya

Aku pernah seberlutut itu menginginkan pesan-pesan singkatku terjawab olehmu

Membuat bantalku basah semalam setelah membaca pesanmu yang hanya “Oh”

Aku pernah sebodoh itu membuang waktuku menelusuri akun sosial mediamu

Membuat demam seminggu setela membaca twitmu tentangnya: dan bukan aku,

Aku pernah semerana itu, menunggumu di bangku besi bersama angsana yang merana menggugur,

Dan kutemukan serupa parasmu yang sedang tertawa bersama: dengannya

Aku hanya perempuan,

Jikalau kuteruskan menunggumu, untuk tahu bahwa kau akan tetap tak memilihku,

Hari ini harus kuputuskan melupakanmu,

Berharap tawar semua luka, pulih semua pedih

Memahalkan diri, membangunkan lagi martabat

Memaafkanmu, juga memaafkanku

 

  • view 226