Mari Berlari

Nun
Karya Nun  Kategori Puisi
dipublikasikan 09 September 2016
Mari Berlari

Mari berlari, tak perlu disampingku

Cukup kecil-kecil,cukup buntuti aku

Biar kau tahu rasanya mengejar yang tak pernah sampai

 

Mari berlari, tak perlu berbekal air minum

Kalaupun ada,cukuplah itu air keringat

Biar kau tahu rasanya terengah lelah, menunggu kedatangan yang hanya “akan”

 

Mari berlari, menjejaki bebatuan, reriakan, rerumputan, pun dedurian

Hingga cukup silih ganti mereka yang saling mengobati

Biar kau tahu rasanya bermacam duka dengan jeda duka pula

 

Mari berlari, sampai mata mata kita menutup menerabas angin

Menahan segala tempa berlawanan arah

Biar kau tahu rasanya menangis tak ditahui,

 

Mari berlari, sampai sol-sol sepatu kita aus

Bahkan terbakar, tergesekkan aspal

Biar kau tahu rasanya berat melanjutkan langkah, meskipun harus

 

Mari berlari, pula ketika tiba waktu hujan

Sampai basah seluruh pakaian

Biar kau tak hanya tahu rasanya men-dingin-i, namun juga didinginkan

 

Mari berlari, aku yang pandu

Kau tahu aku pelupa jalan, semoga tak lupa tujuan

Biar kau tahu rasanya tersesat di perjalanan

Mari berlari, bumi bulat dan ujungnya bersambung

Lalu aku dan kau merasa sudah berlari di garis tepi,namun sesungguhnya tidak

Itu biar kau tahu rasanya memiliki perasaan tanpa ujung

 

Mari berlari.

Tidak,

Biar aku saja yang akan berlari

Kau duduklah, dan lihatlah aku yang berlari

Meski harus berawal duka, satu-satu langkahku adalah simpanan bahagia

Ketika tentangmu, aku sudah lupa

 

Aku berlari,

Mana tahu lariku ternyata berujung lagi padamu, tak kuminta pun tak kutolak

 

  • view 244