Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 21 Februari 2018   00:13 WIB
Biasa Namun Tak Biasa

Sejak lama, di dalam hati ini

Penuh dengan awan, dan hujan

Untuk matahari hangat yang bersinar

Harapan samar – samar, tawa kering

 

Di ruang gelap, sinar tunggal cahaya datang melalui jendela

Kita berada di tempat yang sama dan waktu yang sama

Hanya melihat pada kenangan indah dan langit biru

Sebuah misteri yang menghampiriku dengan wajah malaikat, kehangatan itu

 

Kita pergi ke dalam lingkaran untuk waktu yang lama

Di tempat yang berbeda dan juga waktu yang berbeda

Tapi bahkan itu terjadi sekarang, aku baik baik saja

Dengan tujuh sinar, yang menyinari seluruh dunia

 

Aku bersyukur bahkan saat bangun dalam hujan

Pada musim semi saat matahari bersinar,

hangat dan bunga mekar

Bahkan di pagi hari musim dingin dan malam hari yang sedikit sepi,

kita bersama – sama disini

 

Hidup itu seperti meleleh dalam harmoni yang panjang

Meski itu jalan tebing curam atau menanjak, jangan khawatir

Bahkan saat aku harus menempuh jalan asing dan tersesat

Bahkan seribu kata pun tak cukup untuk dikatakan, seumur hidup

 
Meskipun waktu berlalu, ada suatu kata yang tak bisa aku ungkapkan

Hampir tenggelam di hatiku

Jika aku bisa mengungkapkan isi hatiku, aku akan mencurahkan

Terima kasih, aku minta maaf, aku mencintai kalian

 

Terima kasih untuk keajaiban sebuah takdir,

yang telah menuntunku bertemu dengan kalian

Aku akan kembali menjadi sosok yang lemah,

mungkin setelah malam ini

Aku akhirnya mampu mengumpulkan keberanian

Karya : Nur Hamidatus Sa'adah